Home Terbaru Waspada Komplotan Pemalsu KTP ABK di Pelabuhan Benoa Bali, Tarif Rp 200...

Waspada Komplotan Pemalsu KTP ABK di Pelabuhan Benoa Bali, Tarif Rp 200 Ribu

Berita, Populer, Terbaru April 9, 2021 12:47 am
IDNpos.com – Anggota Polairud Polda Bali, menangkap dua pelaku pemalsuan KTP dan juga serta KK kepada Anak Buah Kapal (ABK) di Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Bali. Pelaku bernama Bambang (55) dan juga serta I Wayan Supardita (41).
Mereka ditangkap pada Hari Kamis (25/3) lalu. Polisi mendapatkan puluhan lembar KTP belum menjadi, potret kopi Kartu Keluarga (KK), Ijazah, printer, serta peralatan-peralatan lainnya.
“Cara memasarkan KTP palsu ini lewat pesan WhatsApp kepada para calon pembeli termasuk berasal dari mulut ke mulut untuk menyebarkan informasinya,” kata Direktur Polairud Polda Bali, Kombespol Toni Ariadi Effendi di kantor Polairud Polda Bali di Pelabuhan Benoa, Bali, Hari Kamis (8/4).
Selain kedua pelaku yg ditangkap, masih terdapat satu rekan pelaku bernama Rian yg masih buron. Terungkapnya kejahatan komplotan ini, berawal berasal dari info masyarakat bahwa para pelaku ini sering menawarkan untuk membuat KTP di sekitar Pelabuhan Benoa.
Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan juga serta akhirnya pelaku Bambang sukses ditangkap saat akan mendistribusikan KTP palsu yg dicetaknya dan juga serta akan diberikan ke ABK kapal ikan di Pelabuhan Benoa pada Hari Kamis (25/3) sekitar Jam 12.00 WIB.
“Setelah mendapatkan orderan pesanan untuk membuat KTP berasal dari ABK. Bambang meminta Rian membuatkan file KTP sesuai pesanan, jika telah menjadi file dikirimkan ke Bambang melalui pesan WhatsApp,” imbuhnya.
Sementara, untuk tarif membuat KTP para pelaku ini mematok harga sebesar Rp 200 ribu. Lalu, file yg diterima dicetak di tempat fotocopy dilaminating di indekos Bambang, di Jalan Sesetan Denpasar Selatan.
Kemudian, pihak kepolisian melakukan pengembangan karena berasal dari barang bukti KTP tempatnya mencetak dan juga serta yg mengedit file KTP itu ialah pelaku Wayan Supardita berasal dari Bulan Januari sampai Maret 2021 di percetakannya bernama Widya Komputer miliknya di Jalan Waturenggong, Denpasar. Selanjutnya, pihak kepolisian sukses menangkap pelaku Wayan Supardita yg saat itu sedang bekerja.
“(Pelaku) Wayan Supardita ini residivis berasal dari kasus yg sama pada 2009 ditangkap dari Polresta Denpasar dan juga serta di hukum selama 3 bulan,” ungkap dia.
Saat dilakukan interogasi, para komplotan ini telah melakukan aksi kejahatannya berasal dari tahun sejak 2019 dan juga serta telah mengedarkan KTP palsu sebanyak 100 buah kepada ABK kapal di Pelabuhan Benoa. Untuk keuntungan yg diperoleh para komplotan tersebut berasal dari setiap KTP seharga Rp 200 ribu dan juga serta Rp 170 ribu.
Sementara, untuk harga KK serta bertarif Rp 200 ribu diperoleh keuntungan dari Bambang sebesar Rp 160 ribu diberikan kepada Supardita untuk jasanya sebesar Rp 40 ribu dan juga serta Ijazah palsu yg serta diedarkan bertarif Rp 70 ribu.
Kemudian, untuk barang bukti yg diamankan, komputer lengkap dengan perangkatnya untuk mencetak KTP palsu serta bahan-bahan yg digunakan di dalam membuat KTP seperti kertas HVS.
“Para pengguna KTP palsu ini, akan kami selidiki serta karena tetap terdapat hukumnya, Pasal 263 KUHP terkait pemalsuan, dapat kena hukuman penjara 6 tahun,” ungkap Kombespol Toni.
Para pelaku ini, dijerat dengan Pasal 96 A Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan juga serta atau Pasal 263 KUHP junto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 10 tahun dan juga serta denda Rp 1 miliar. [gil]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  LAN terbitkan aturan baru, ini rincian biaya latsar CPNS
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video