Home Terbaru Vaksin AstraZeneca terkendala embargo, anggota DPR ini singgung vaksin nusantara

Vaksin AstraZeneca terkendala embargo, anggota DPR ini singgung vaksin nusantara

Populer kabar Video March 29, 2021 3:48 am

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Tendi Mahadi

IDNpos – JAKARTA. Menyikapi adanya embargo vaksin, Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menuturkan, pemerintah diminta untuk segera memikirkan alternatif pengadaan vaksin bagi kebutuhan nasional. Mengingat adanya rencana embargo vaksin berasal dari beberapa negara produsen vaksin.

Adanya embargo tersebut, dikhawatirkan akan mengganggu kelanjutan dan juga serta kelancaran pelaksanaan vaksinasi Corona di Indonesia.

“Vaksin ini ialah kebutuhan mendesak. Selain penerapan protokol kesehatan, vaksinasi dinilai sebagaimana salah satu solusi di dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Karena itu, pemerintah wajib menyediakan vaksin bagi 70% masyarakat yg menjadi target sasaran,” ungkap Saleh di dalam keterangan resmi yg diterima idnpos.com pada Hari Minggu (28/3).

Baca Juga :  Bapak dan Anak di Pusaran Korupsi

Baca serta: Ekonom: Tak dapat cuma andalkan vaksin, protokol kesehatan tetap penting

Indonesia sendiri membutuhkan sekitar 420 juta dosis vaksin untuk memenuhi kebutuhan 181,5 juta sasaran vaksinasi. Jumlah tersebut dinilai Saleh sangat besar, sehingga tidak cukup cuma mengandalkan satu produsen saja.

Maka, pemerintah didesak untuk memprioritaskan pengadaan vaksin di di dalam negeri. Vaksin merah putih dan juga serta vaksin nusantara dinilai tidak kalah dengan vaksin impor.

“Kalau produk di dalam negeri, vaksin nusantara lebih maju berasal dari vaksin merah putih lainnya. Sebab, telah memasuki uji klinis tahap kedua. Sementara, vaksin merah putih lainnya diperkirakan baru dapat uji klinis pada akhir tahun 2022. Tidak salah, jika kemudian sangat banyak masyarakat yg berharap pada vaksin nusantara,” tutur Saleh.

Baca Juga :  Kebijakan PPKM dinilai gagal tekan penularan Covid-19

Lebih lanjut, menurut para penelitinya untuk hal-hal tertentu, vaksin nusantara lebih bagus berasal dari vaksin impor. Namun sayangnya, vaksin nusantara sampai hari ini belum mendapat izin untuk melanjutkan uji klinis tahap kedua. Jika diberi izin, ia menyebut diperkirakan telah dapat produksi pada bulan Juli yg akan datang.

Baca serta: Antisipasi vaksin tertunda, pengusaha harap pemerintah lakukan lobi dengan produsen

Kementerian Kesehatan, BPOM, peneliti, sponsor, dan juga serta pihak-pihak yg terlibat di dalam penelitian vaksin nusantara diharapkan dapat duduk bersama. Saleh menyebut, penting dicarikan formulasi yg tepat untuk menyamakan perbedaan persepsi dan juga serta pandangan terkait penelitian yg dilaksanakan. Dengan begitu, penelitian ini dapat segera dilanjutkan.

Baca Juga :  Lantai 1 Mal BTM Bogor Terbakar, Pengunjung Berlarian

“Pemerintah tidak dapat tinggal diam. Di tengah isu embargo saat ini, campur tangan pemerintah menjadi faktor penentu. Jangan biarkan negara yg lain mendahului kami di dalam penelitian vaksin dentritik seperti ini. Indonesia mesti mandiri dan juga serta berdaulat di dalam rangka melindungi kesehatan warga masyarakat,” jelasnya.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yg berkualitas dan juga serta bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yg dapat digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Sumber Referensi & Artikel : K O N T A N
Saksikan video pilihan berikut ini:

#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video