Home Terbaru Umumkan Pegawainya Curi Barbuk, KPK: Tanggung Jawab untuk Jujur amp; Terbuka

Umumkan Pegawainya Curi Barbuk, KPK: Tanggung Jawab untuk Jujur amp; Terbuka

Berita Populer Terkini April 9, 2021 12:47 am

JAKARTA – Plt Juru Bicara bidang pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ipi Maryati mengungkapkan alasan Dewan Pengawas (Dewas) mengumumkan pelanggaran etik berat pegawai lembaga antirasuah berinisial IGAS ke publik. Salah satunya, sebagaimana bentuk tanggung jawab KPK untuk jujur dan juga serta terbuka terhadap publik.

“Kami menyadari bahwa apa yg dilakukan dari pelaku merupakan kesalahan dan juga serta telah merusak reputasi KPK, tapi kami memilih untuk membukanya sehingga menjadi pelajaran dengan dan juga serta merupakan tanggung jawab KPK untuk menyampaikan kebenaran dengan jujur dan juga serta terbuka,” kata Ipi melalui keterangan resminya, Hari Kamis (8/4/2021).

Lebih lanjut, kata Ipi, pihaknya berjanji bakal tegas memproses semua pelanggaran etik melalui Dewas. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan komitmen dan juga serta keseriusan KPK di dalam menjaga integritas, harkat dan juga serta martabat insan lembaga antirasuah.

Baca Juga :  Barigade 98 Sebut Tak Ada Untung Jokowi Rebut Partai Demokrat

“serta sebagaimana usaha menjaga amanah dan juga serta harapan masyarakat Indonesia kepada KPK,” imbuhnya.

Sekadar informasi, oknum pegawai pada Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan juga serta Eksekusi (Labuksi) KPK, berinisial IGAS kedapatan mencuri emas batangan seberat 1,9 kilogram.

Emas batangan tersebut merupakan barbuk perkara suap yg menjerat mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo.

Baca serta: Polisi Selidik Kasus Pegawai KPK Nyolong 1,9 Kg Emas

IGAS nekat mencuri emas tersebut karena terlilit utang, diduga Karena gagal di dalam bisnis trading foreign exchange (forex). Oknum pegawai KPK tersebut telah sempat menggadaikan emas hasil curiannya dan juga serta mendapatkan hasil Rp900 juta. Uang Rp900 juta itu kemudian digunakan untuk membayar utangnya.

Baca Juga :  Bejo Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun Kangkung Hanya Memakai Celana Dalam

Baca serta: Alasan Pegawai KPK Curi Emas Batangan, Dewas: Terlilit Utang karena Main Forex!

Menurut Ipi, dugaan pencurian ataupun penggelapan barbuk emas tersebut dapat diketahui dan juga serta diproses karena mekanisme kontrol di internal KPK berfungsi baik. Di mana, sambungnya, di dalam internal KPK telah dibangun budaya untuk saling mengingatkan dan juga serta mengawasi.

“Penegakan etik dan juga serta pedoman perilaku terhadap insan KPK dari Dewas ini serta membuktikan KPK tidak cuma berani memproses pelaku korupsi, tetapi serta menegakkan aturan internal,” tegasnya.

Terkait pelaporan dugaan tindak pidana IGAS ke pihak kepolisian, kata Ipi, KPK berkomitmen untuk mendukungnya. Ipi menekankan bahwa KPK tidak bermaksud untuk mendahului hasil pemeriksaan yg dilakukan dari pihak kepolisian.

Baca Juga :  Penyidik KPK Sebut Kakak Penyuap Nurhadi Ubah Keterangan saat Pemeriksaan

“Apakah perbuatan pelaku ialah pencurian, penggelapan jabatan atau perbuatan lainnya, kami akan menunggu hasil pemeriksaan kepolisian,” bebernya.

KPK menyesalkan adanya peristiwa memalukan yg dilakukan dari oknum pegawainya ini. Ipi menyatakan bahwa kejadian tersebut akan menjadi evaluasi bagi insan KPK.

“dan juga apa yg kami sampaikan di dalam konferensi pers hari ini merupakan komitmen kami untuk menjaga harapan publik kepada KPK dengan tetap memegang teguh nilai-nilai integritas, kejujuran, keberanian, keadilan dan juga serta transparansi,” pungkasnya.

Atas peristiwa tersebut, Dewas telah menjatuhkan sanksi pelanggaran etik berat berupa pemecatan secara tidak hormat terhadap IGAS. Oknum pegawai KPK tersebut pun telah dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan pencurian atau penggelapan.

(fkh)

Sumber Referensi & Artikel : O K E Z O N E
Saksikan video pilihan berikut ini: