Home Terbaru Tangkal Hoaks Corona, Kemenkes Imbau Masyarakat Saring Informasi Sebelum Disebar

Tangkal Hoaks Corona, Kemenkes Imbau Masyarakat Saring Informasi Sebelum Disebar

Berita, Populer, Terbaru April 8, 2021 6:48 am
IDNpos.com – Tercatat sampai Hari Selasa (6/4) lalu, terdapat 154 info salah yg beredar di masyarakat terkait vaksin Corona. Adapun sejumlah hoaks yg beredar mulai berasal dari penularan Corona, obat Corona, serta chip yg terdapat di di dalam vaksin Corona serta sempat meresahkan masyarakat.
Penyebaran hoaks di masa pandemi ini sangat merugikan, karena menimbulkan rasa tidak percaya pada otoritas pemerintah. Selain itu serta berdampak pada program vaksinasi Corona yg saat ini tengah berjalan.
Kepala Biro Komunikasi dan juga serta Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Widyawati menyampaikan, pihaknya menyadari isu terkait kesehatan merupakan isu yg spesifik, dan juga serta dibutuhkan keahlian khusus untuk mengidentifikasi apakah sebuah info yg beredar itu nyata atau hoaks.
“Maka berasal dari itu, kami selalu mengimbau masyarakat untuk melakukan saring sebelum sebar (3S),” katanya di dalam Dialog Produktif bertema Melawan Hoaks dan juga serta Misinformasi Vaksinasi Corona yg diselenggarakan KPCPEN dan juga serta ditayangkan pada FMB9ID_IKP, Hari Rabu (7/4).
“Hoaks belakangan memang sangat banyak terkait dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), atau yg terkait dengan vaksinasi Corona. Hoaks itu nantinya akan kami telusuri dan juga serta olah bersama. Karena isu kesehatan penting ahli untuk klarifikasi. Apabila info tersebut salah maka kami luruskan dengan mengadakan konferensi pers dan juga serta menyebarkannya di kanal-kanal kami,” terang Widyawati lebih lanjut.
Sementara itu, Communication for Development Specialist UNICEF, Rizky Ika Syafitri mengatakan, WHO atau organisasi Kesehatan dunia sendiri menempatkan hoaks atau misinformasi sebagaimana salah satu ancaman global untuk kesehatan masyarakat.
“KPCPEN, Satgas Penanganan Corona, dan juga serta Kementerian Kesehatan sampai membuat task force sendiri untuk menangani hoaks. Sedikitnya terdapat 5 hoaks baru yg tersebar setiap hari, sementara untuk mengklarifikasinya penting proses,” jelasnya.
“Kalau dilihat secara umum, hoaks vaksinasi sebenarnya berulang. Misalnya tentang KIPI, di tahun 2017-2018 saat Kemenkes melakukan kampanye besar vaksinasi campak rubella, dengan target vaksinasi kepada 77 juta anak Indonesia. Salah satu kenapa cakupannya tidak mencapai 95% karena hoaks yg beredar,” tambahnya.
Rizky berpendapat, masyarakat penting dibekali dengan kemampuan literasi digital, untuk memahami bahwa tidak semua info yg bersumber berasal dari internet itu benar.
Strategi yg lain yg penting dilakukan di dalam mencegah penyebaran hoaks terkait pandemi dan juga serta vaksinasi Corona ini adalah, masyarakat penting diberi tahu dan juga serta dipersiapkan terlebih dahulu mengenai info bahwa terdapat pihak-pihak yg tidak ingin bangsa ini keluar berasal dari pandemi.
“Sehingga saat masyarakat menerima hoaks mereka telah tahu jenis-jenis dan juga serta tidak terpengaruh dengan hoaks tersebut,” ungkapnya.
Kemenkes, bekerja sama dengan UNICEF dan juga serta KPCPEN serta telah melatih 92 ribu vaksinator yg dipersiapkan untuk berhadapan langsung dengan masyarakat. Mereka dibekali kemampuan berkomunikasi interpersonal yg efektif, karena survei UNICEF menunjukkan bahwa masyarakat yg tidak mengakses media sosial serta mengetahui soal hoaks terkait vaksinasi Corona sehingga penting pendekatan khusus, terutama berasal dari dokter dan juga serta tenaga Kesehatan yg masih dipercaya masyarakat.
Untuk mendapatkan info yg valid dan juga serta terbaru terkait pandemi Corona dan juga serta program vaksinasi nasional, masyarakat diimbau untuk dapat menjadikan kanal resmi Kementerian Kesehatan sebagaimana rujukan utama seperti pada laman website sehatnegeriku.kemkes.go.id, Facebook Kementerian Kesehatan RI, Twitter @KemenkesRI, Instagram @kemenkes_ri, dan juga serta YouTube @Kementerian Kesehatan RI. [fik]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  Kuasa Hukum Sesalkan Upaya Penangguhan Ustadz Maaher Tak Dikabulkan
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video