Home Terbaru Stok vaksin terbatas, prioritas vaksinasi akan diberikan kepada lansia dan juga guru

Stok vaksin terbatas, prioritas vaksinasi akan diberikan kepada lansia dan juga guru

Populer kabar Video March 30, 2021 12:48 am

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

IDNpos – JAKARTA. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa adanya embargo vaksin AstraZeneca di India lantaran terjadi kenaikan kasus di sana. Budi menambahkan, vaksin AstraZeneca dan juga serta Novavax sendiri diproduksi cukup besar di India.

Lantaran hal tersebut maka diprediksi pengiriman vaksin AstraZeneca ke Indonesia melalui jalur COVAX-GAVI terjadi penundaan.

Terkait stok vaksin yg perlahan menipis lantaran adanya penundaan pengiriman berasal dari negara produksi, Juru Bicara (Jubir) Vaksin berasal dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan pemberian vaksin kepada kelompok lansia dan juga serta guru.

Baca Juga :  Jawa Timur kini jadi basis kekuatan memenangkan Pemilu 2024 Partai Gerindra

Baca serta: Efektifkan vaksin yg ada, epidemiolog: Berikan kepada kelompok rawan

“kami akan prioritaskan pada sasaran prioritas yaitu lansia dan juga serta guru ya,” kata Nadia kepada idnpos.com pada Hari Senin (29/3).

Adanya keterbatasan stok vaksin saat ini tak ditampik tentu akan berpengaruh pada laju vaksinasi. Nadia menambahkan akan terdapat penurunan laju vaksinasi lantaran stok yg terbatas.

“Pasti usaha laju vaksinasi menjadi tidak optimal yg rencananya kami akan meningkatkan laju vaksinasi sampai 1 juta, menjadi pasti akan terdapat penurunan. kami memiliki total masih bulk sekitar 23 juta dosis di Biofarma,” ungkap Nadia.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir menyampaikan, Indonesia saat ini termasuk cukup terdepan di dalam program vaksinasi. Di mana per 27 Maret lalu telah terdapat 10,4 juta dosis vaksin yg telah diberikan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Kasus baru terus bertambah, pemerintah diminta evaluasi penanganan covid-19

Kecepatan laju vaksinasi serta telah meningkat berasal dari awalnya cuma 100.000 sampai 200.000 suntikan per hari, kini telah menyentuh 500.000 suntikan saban harinya.

Baca serta: Wall Street melemah, dipicu koreksi saham bank karena kekhawatiran default hedge fund

“kami nggak mau nanti kecepatan ini terganggu karena supply vaksin yg diharapkan berasal dari COVAX facility ini delay sehingga kecepatannya terganggu. kami minta beberapa lembaga terkait untuk diplomasi terutama dengan India yg menjadi produsen terbesar,” jelasnya.

Kembali Honesti menyebut untuk mengatasi adanya embargo vaksin di beberapa negara terutama India, dampak berasal dari meningkatnya kasus Corona di sana, diperlukan adanya dukungan diplomasi berasal dari Kementerian dan juga serta Lembaga terkait, memastikan supaya supply vaksin untuk Indonesia tidak terganggu.

Baca Juga :  Menkes targetkan pencairan klaim rumah sakit rampung April

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yg berkualitas dan juga serta bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yg dapat digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Sumber Referensi & Artikel : K O N T A N
Saksikan video pilihan berikut ini:

#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video