Home Terbaru Siaga di Wilayah Rawan Bencana, Kepala BNPB: Sebaiknya Ada Siskamling

Siaga di Wilayah Rawan Bencana, Kepala BNPB: Sebaiknya Ada Siskamling

Berita Populer Terkini April 8, 2021 9:48 am

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo meminta daerah rawan bencana untuk menggerakkan kegiatan masyarakat seperti Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

Doni mengatakan, kegiatan Siskamling yg menyelamatkan masyarakat di Alor Nusa Tenggara Timur berasal dari kejadian bencana Karena cuaca ekstrem dampak siklon tropis seroja.

“Kemudian beberapa pelajaran menarik yg dapat kami petik berasal dari kejadian ini ialah saat terdapat curah hujan lebih berasal dari 3 jam, kemudian mereka yg berada di posisi yg risikonya tinggi, yg antara yg lain misalnya berada di bawah tebing, kemudian berada di wilayah aliran sungai, atau di berada di wilayah lembah-lembah yg relatif merupakan kawasan yg rendah, maka sebaiknya dilakukan sebuah kegiatan seperti Siskamling secara bergantian, terdapat piket. Karena ini akan membantu untuk memberikan info kepada warga, supaya siap siaga,” ungkap Doni di dalam rapat koordinasi, Hari Rabu (7/4/2021) malam.

Baca Juga :  Cari Korban Kapal Tabrakan di Indramayu, 11 Penyelam Diterjunkan

Baca serta: Penampakan Bendung Kambaniru Jebol Akibatkan Banjir Parah di Sumba Timur

Doni pun meminta supaya wilayah rawan bencana segera melakukan evaluasi mandiri supaya tetap siaga bencana. “dan juga khusus daerah-daerah (rawan bencana) maka telah mesti terdapat evaluasi mandiri yg dilakukan dari warga berdasarkan arahan berasal dari Kepala Desa atau Pimpinan RT dan juga serta RW,” ujarnya.

Baca serta: NTT Ditimpa Bencana, MUI: Ini Peringatan supaya kami Mawas Diri

Baca Juga :  Data Kemenkes per 9 Februari 2021: 47,3% Pasien Meninggal Covid-19 Adalah Lansia

Doni serta menceritakan bahwa terdapat peristiwa menarik di Alor dimana Pimpinan RT pada dini hari sebelum terjadinya banjir bandang telah memberitahukan warga supaya mengungsi di tempat yg tinggi.

“Adalah menarik di salah satu tempat di Alor, di mana Pimpinan RT nya pada dini hari sekitar Jam 3.00, itu membangunkan warga untuk segera melakukan evakuasi ke tempat yg lebih tinggi. saat sekitar jam 5 dini hari terjadi banjir bandang mereka semua berada di tempat yg lebih tinggi. Sehingga selamat tidak terdapat korban jiwa,” ungkap Doni.

Pelajaran ini, kata Doni, tentunya mesti dijadikan referensi bagi seluruh pimpinan yg terdapat di daerah sampai dengan tingkat RT dan juga serta RW. “Termasuk serta tentunya mewaspadai pohon-pohon yg relatif gampang atau mudah, mudah patah untuk mengurangi risiko,” katanya.

Baca Juga :  Pemerintah Larang Mudik, Ridwan Kamil: Mudah-mudahan Masyarakat Paham

Doni mengatakan hal-hal teknis ini mesti sering diingatkan. “Biasanya apabila seandainya satu kali dua kali mungkin sering lupa. Tetapi apabila sering disampaikan secara terus menerus dan juga serta berulang kali ini akan menjadi budaya, akan menjadi kebiasaan,” tukasnya.

“Apalagi kami semua tahu bahwa peristiwa itu kemungkinan dapat terjadi pada periode tahun-tahun yg akan datang. Bukannya di NTT tetapi di sangat banyak wilayah Indonesia lainnya,” paparnya.

(saz)

Sumber Referensi & Artikel : O K E Z O N E
Saksikan video pilihan berikut ini: