Home Terbaru Rumah Bambu Kampoeng Batara, Amphitheater Kreativitas Anak-Anak Rimba

Rumah Bambu Kampoeng Batara, Amphitheater Kreativitas Anak-Anak Rimba

Berita, Populer, Terbaru March 30, 2021 3:48 pm
IDNpos.com – Anak-anak rimba hutan kaki Gunung Raung, Kecamatan Kalipuro, kini memiliki Rumah Bambu sebagaimana wadah kreativitas. Rumah Bambu Kampoeng Batara tersebut menjadi amphitheater yg seluruh bahannya terbuat berasal dari bambu.
Rumah Bambu berukuran 10×20 meter tersebut didesain terbuka sehingga terasa sejuk meski cuaca panas. Rumah Bambu yg terletak di ketinggian kawasan hutan itu menjadi tempat anak-anak belajar, bermain, beraktivitas, berlatih seni, dan juga serta lainnya.
“Saya telah berkali-kali datang ke sini. Saya sangat senang dan juga serta mengapresiasi apa yg dilakukan dari warga di sini,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat meresmikan Rumah Bambu Kampoeng Batara, Hari Selasa (30/3/2021).
Rumah Bambu Kampoeng Batara ©2021 IDNPOS.com
Kampoeng Batara atau Kampung Baca Taman Rimba terletak di tepi hutan, Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.
Rumah Bambu ini selaras dengan potensi Kelurahan Papring yg dikenal dengan potensi bambunya. Papring dikenal sebagaimana panggone pering (tempatnya bambu). Di kampung ini sangat banyak masyarakat yg memproduksi besek (wadah bambu).
Kampung ini terletak sekitar 15 kilometer berasal dari kota Banyuwangi, dan juga serta berada di ketinggian 1000 meter berasal dari permukaan laut.
Kampoeng Batara sendiri merupakan tempat berkumpulnya anak-anak di tepi hutan kaki Gunung Raung, untuk menuangkan kreativitas, yg biasa dikenal sebagaimana anak-anak rimba itu.
Rumah Bambu Kampoeng Batara ©2021 IDNPOS.com
Disebut anak rimba, karena tiap musim tanam mereka akan berjaga di hutan supaya tanaman mereka tidak dirusak babi hutan.
Mayoritas penduduk di kampung ini merupakan petani dengan memanfaatkan sistem pertanian tumpang sari di hutan. Anak-anak rimba ini telah terbiasa keluar masuk hutan untuk menjaga tanaman mereka.
“Saya harap dengan Rumah Bambu ini membuat anak-anak dapat semakin nyaman belajar dan juga serta bermain,” kata Ipuk.
Ipuk mengatakan anak-anak di Kampoeng Batara ini sangat kreatif. Ia melihat saat pembukaan Rumah Bambu anak-anak di kampung ini mampu menampilkan berbagai seni tradisi. Mulai berasal dari pencak silat, barong, tari, memainkan Lagu tradisi, dan juga serta lainnya.
Rumah Bambu Kampoeng Batara ©2021 IDNPOS.com
“Satu anak dapat memainkan berbagai seni. Ini membanggakan. Saya harap apa yg dilakukan di Kampoeng Batara ini dapat menular ke kampung-kampung lainnya,” kata Ipuk.
Rumah Bambu ini merupakan bagian berasal dari CSR Pertamina Tanjung Wangi. Widie Nurmahmudy, pendiri Kampoeng Batara, berterima kasih atas dukungan berasal dari berbagai pihak atas pengembangan anak-anak di Kampoeng Batara ini.
“Ini semakin membuat kami semangat. kami terima kasih pada semua pihak. Semoga anak-anak semakin nyaman dan juga serta semangat untuk bermain dan juga serta belajar lagi,” kata Widie.
Menurut Widi terdapat sekitar 40 anak yg bergabung di Kampoeng Batara.
Rumah Bambu Kampoeng Batara ©2021 IDNPOS.com
Widie menjelaskan di Kampoeng Batara selain menjadi taman baca anak-anak dan juga serta masyarakat, serta menjadi tempat anak-anak untuk bermain permainan-permainan tradisional. Selain itu serta belajar bela diri, seni tradisi, dan juga serta aktivitas di luar rumah lainnya. [hhw]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  Kisah Pangeran Diponegoro Tulis Babad dalam Ruang Panas di Benteng Rotterdam
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video