Home Terbaru Peta di Atas Lempengan Batu Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Prancis

Peta di Atas Lempengan Batu Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Prancis

Berita Populer Terkini April 8, 2021 6:48 am

SEBUAH batu Zaman Perunggu yg baru saja diteliti kemungkinan merupakan peta tiga dimensi tertua di Eropa, kata para peneliti.

Lempengan berukuran 2m kali 1,5m, pertama kali ditemukan pada tahun 1900, ditemukan kembali di ruangan bawah tanah di sebuah kastil di Prancis pada tahun 2014.

Para arkeolog, yg mempelajari pola ukiran pada batu berusia 4.000 tahun itu, mengatakan mereka meyakini bahwa tanda-tanda tersebut merupakan sebuah peta area di wilayah barat Brittany, Prancis.

Mereka mengatakan, benda tersebut merupakan lempengan peta tiga dimensi tertua berasal dari sebuah wilayah di Eropa.

Potongan batu, yg dikenal sebagaimana Saint-Bélec Slab, diyakini berasal berasal dari Zaman Perunggu awal, antara tahun 1900 dan juga serta 1650 Sebelum Masehi (SM).

Baca Juga :  Sejumlah Mobil Pemadam Dikerahkan ke Lokasi Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Balongan

Benda ini pertama kali ditemukan pada tahun 1900, saat dilakukan penggalian di kompleks pekuburan prasejarah di Finistère, di wilayah barat Brittany, dari seorang arkeolog setempat, Paul du Chatellier.

Lempengan itu agaknya terlupakan selama lebih berasal dari satu abad, disimpan selama beberapa dekade di bawah sebuah parit di rumah Chatellier, Château de Kernuz.

Namun demikian para peneliti yg melakukan perburuan atas lempengan itu menemukannya di ruangan bawah tanah pada tahun 2014.

Setelah menganalisis tanda-tanda dan juga serta aneka ukiran di batu itu, para peneliti menduga lempengan itu ialah sebuah peta.

Baca Juga :  Viral Siswi SMA Tipu Warga hingga Pejabat Modus Investasi, Rp2,6 Miliar Dibawa Kabur

“Adanya motif berulang yg digabungkan dengan garis” pada permukaannya menunjukkan bahwa lempengan itu merupakan peta yg menggambarkan area Finistère, ungkap sebuah studi yg diterbitkan di dalam buletin French Prehistoric Society.

Para peneliti mengatakan ukiran berupa lekukan merupakan representasi tiga dimensi berasal dari lembah Sungai Odet, sementara sejumlah garis sepertinya menggambarkan jaringan sungai di wilayah itu.

Lokasi geografis mengungkapkan bahwa wilayah yg diwakili pada lempengan itu memiliki akurasi 80% terhadap area di sekitar bentangan sungai sepanjang 18 mil.

“Ini kemungkinan peta tertua berasal dari suatu wilayah yg telah diidentifikasi,” kata Dr Clément Nicolas berasal dari Universitas Bournemouth, salah satu pimpinan studi tersebut, kepada BBC.

Baca Juga :  Seorang Nenek Terjepit Tembok saat Cari Ayamnya yang Belum Pulang

“Ada beberapa peta yg dipahat di atas batu di seluruh dunia. Umumnya, itu hanyalah interpretasi. Tapi ini pertama kalinya peta menggambarkan suatu area di dalam skala tertentu.”

Dr Nicolas mengatakan peta itu mungkin digunakan untuk menandai area tertentu.

“Peta ini kemungkinan sebuah usaha untuk menegaskan kepemilikan atas wilayah rettentu dari seorang pangeran atau raja saat itu,” ujarnya.

“kami cenderung meremehkan pengetahuan geografis masyarakat di masa lalu. Lempengan ini menjadi penting karena menyoroti pengetahuan kartografi ini,” tutupnya.

(wal)

Sumber Referensi & Artikel : O K E Z O N E
Saksikan video pilihan berikut ini: