Home Terbaru Peneliti Lapan: Jika Tak Ada Bangunan Pun, Jakarta Tetap akan Banjir

Peneliti Lapan: Jika Tak Ada Bangunan Pun, Jakarta Tetap akan Banjir

Berita, Populer, Terbaru March 29, 2021 12:47 pm
IDNpos.com – Peneliti Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh Lembaga Penerbangan dan juga serta Antariksa Nasional (Lapan), Dipo Yudhatama mengatakan, secara alamiah wilayah Jakarta memang rentan banjir. dari sebab itu, bencana tersebut mesti direspons dengan mitigasi tepat dengan komitmen dengan untuk peduli lingkungan.
“Jika saat ini Jakarta tak terdapat bangunan pun, tetap saja banjir, walau eskalasinya tak besar. Jika kami telah tahu bahwa Jakarta secara alamiah wilayahnya rentan banjir, mestinya kami sebagaimana insan yg tinggal di atasnya merespons dengan upaya-upaya mitigasinya,” kata Dipo, dikutip berasal dari Antara, Hari Senin (29/3).
Dipo menuturkan, data penginderaan jauh salah satunya dapat digunakan untuk menilai bagaimana tingkat adaptasi kebijakan penataan ruang Jakarta saat ini terhadap banjir.
Dipo mengatakan, selama ini jika banjir menerjang Jakarta, yg disalahkan ialah curah hujan yg tinggi, atau menuding banjir karena adanya kiriman berasal dari wilayah tetangga.
Padahal, sejak dulu Jakarta merupakan dataran rendah yg rentan banjir, karena memang geomorfologi wilayahnya dan juga serta adanya 13 aliran sungai yg mengalir di Jakarta.
Oleh karena itu, mesti dilakukan mitigasi tepat dan juga serta dapat menyeimbangkan fungsi ekologis dengan ekonomi, sehingga banjir tak akan parah.
Upaya mitigasi itu, di antaranya tidak membangun di bantaran sungai, rawa, dan juga serta wilayah resapan air lainnya. Kemudian, menjaga daerah tangkapan air supaya tetap hijau dan juga serta berfungsi baik.
Tapi, pada kenyataannya, menurut Dipo, orang membangun dengan serampangan, mengabaikan fungsi lingkungan atas tapak yg ditempatinya, sehingga sangat banyak lahan hijau, rawa, bahkan situ (pasir batu) yg hilang.
Akibatnya, sistem persungaian dan juga serta drainase alami yg terbentuk sejak dulu menjadi rusak.
“Air luapan sungai yg mestinya tertampung di rawa-rawa, situ, embung, mengalir kemana-mana, sesuai dengan kodratnya air, mengalir ke tempat yg lebih rendah,” ungkap Dipo. [rnd]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  Diterpa Isu Kudeta, Pengurus dan Kader Demokrat Jabar 1.000% Solid
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video