Home Terbaru Pemerintah Tak Bangun Hunian Sementara untuk Korban Banjir NTT, Ini Alasannya

Pemerintah Tak Bangun Hunian Sementara untuk Korban Banjir NTT, Ini Alasannya

Berita Populer Terkini April 7, 2021 9:48 pm

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengatakan bahwa BNPB atau pemerintah pusat tidak membangun hunian sementara atau huntara bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Doni menjelaskan hal ini semata-mata supaya masyarakat terdampak tidak berada di huntara untuk mencegah penularan Corona. Pasalnya, pandemi Corona saat ini masih belum berakhir.

“Kemudian pada kesempatan ini BNPB atau pemerintah pusat tidak membangun huntara atau hunian sementara. Ini serta semata-mata untuk proses masyarakat yg terdampak tidak berada di huntara, tetapi dapat menyewa rumah keluarga atau saudara terdekat, sehingga risiko terpapar CVD akan dapat kami kurangi,” tegas Doni di dalam konferensi pers virtual Update Penanganan Pasca Banjir Bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Hari Rabu (7/4/2021), malam.

Baca Juga :  Tok! MK Perintahkan KPU Jambi Gelar Pemungutan Suara Ulang di 88 TPS

Sehingga, kata Doni, penanganan pengungsi bencana NTT ini ialah dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp500.000 per kepala keluarga setiap bulannya supaya dapat digunakan untuk menyewa tempat tinggal.

Baca serta: BNPB: Penetapan Status Bencana Banjir Bandang NTT Ditentukan per Wilayah

“Pola penanganan terhadap warga yg berada di pengungsian, kami meminta para pimpinan daerah untuk mempercepat proses usulan kepada pemerintah pusat melalui BNPB, supaya BNPB dapat menyalurkan bantuan dana sebesar Rp500.000 per keluarga, setiap bulannya. Ini semata-mata usaha kami untuk mencegah jangan sampai tempat-tempat pengungsian ini justru nanti dapat menimbulkan masalah baru yaitu Covid,” jelas Doni.

Baca Juga :  Demi Bulan Madu, Calon Pengantin Ini Rela Jual Kokain dan Heroin Seharga Rp1,2 Miliar

Selain itu, Doni mengatakan berasal dari Kementerian Kesehatan dengan dan juga serta BNPB serta telah menyiapkan puluhan ribu swab antigen yg diprioritaskan ke daerah yg risiko menurunnya tinggi di tempat pengungsian.

“dan juga kami serahkan kepada pemerintah provinsi pendistribusiannya. Sehingga pemerataan ini dapat berjalan dengan lebih baik,” paparnya.

(kha)

Sumber Referensi & Artikel : O K E Z O N E
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  Harapan Sri Mulyani terhadap Joe Biden terkait konsensus pajak digital global