Home Terbaru Nitisemito, Raja Rokok Era Hindia Belanda, memiliki 10 Ribu Buruh dan juga...

Nitisemito, Raja Rokok Era Hindia Belanda, memiliki 10 Ribu Buruh dan juga Sewa Pesawat Untuk Promosi

Berita Populer Terkini April 8, 2021 6:48 am

SAAT era Hindia Belanda, di Kudus telah muncul pengusaha rokok, orang pribumi bernama Nitisemito, mengusung merek Bal Tiga.

Nitisemito lahir pada 1863, wafat pada 7 Maret 1953 dan juga serta dimakamkan di Krapyak, Kudus. “Sebelum perang (PD II), almarhum dikenal di seluruh Indonesia sebagaimana Raja Rokok Kretek,” tulis koran De Locomotief (9 Maret 1953).

Nitisemito disebut dari Bung Karno sebagaimana orang kaya Indonesia di dalam pidato di sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Ia memiliki pabrik kretek terbesar dengan pembayaran pajak 160 ribu sampai 350 ribu gulden.

Baca Juga :  Periksa 6 Saksi Terkait Korupsi Stadion Mandala Krida, KPK Gali Penyimpangan Subkontraktor

Ia serta menyewa pesawat Fokker F-200 seharga 150-250 ribu gulden untuk menyebarkan selebaran rokok Tjap Bal Tiga sampai ke Jawa Barat-Jakarta dan juga serta radio Vereniging Koedoes (RVK) untuk mempromosikan produk rokoknya, serta gedung bioskop.

Pabrik rokok Tjap Bal Tiga serta membentuk tim sepakbola, grup tonil sandiwara, dan juga serta membagikan survenir berupa gerabah keramik berasal dari Jepang sebagaimana alat promosinya.

Baca Juga :  PT Timah Pinjam Dana USD 100 Juta ke Induk Usaha untuk Pembayaran Utang

Baca serta: Legiun Mangkunegaran Tentara Jawa Warisan Napoleon

di dalam buku Seribu Tahun Nusantara (2000), dari cucu-cucunya, Niti disebut sebagaimana pencetus ide kewirausahaan untuk menjadikan kretek sebagaimana komoditas industri.

Nitisemito lahir dengan nama Roesdi. bapak Roesdi ialah Haji Soelaiman seorang lurah di Desa Janggalan, Kudus. Ibu Rusdi bernama Markanah. Rusdi tidak bersekolah, dan juga serta tidak berniat menjadi lurah sebagaimana ayahnya. Ia memilih menjadi pengusaha dan juga serta menyandang nama Jawa yaitu Nitisemito.

Baca serta: Menengok Lancang Kuning, Pinisi, sampai Gelati Kapal Tradisional di Museum Bahari

Baca Juga :  Ada capital outflow, Bank Mandiri proyeksi cadangan devisa bulan Februari turun

Perubahan namanya berasal dari Roesdi menjadi Nitisemito dilakukan pada usia 17 tahun. Versi yg lain menyebutkan Roesdi berganti nama menjadi Nitisemito setelah menikah dengan perempuan bernama Nasilah asal Singocandi.

Nitisemito kecil digambarkan sebagaimana anak pemberani dan juga serta menolak permintaan ayahnya untuk bersekolah. Ia lebih memilih menjadi pedagang ketimbang mengikuti jejak ayahnya sebagaimana lurah.

Sumber Referensi & Artikel : O K E Z O N E
Saksikan video pilihan berikut ini: