Home Terbaru Mudik Dilarang, Gubernur Sumsel Cari Solusi agar Silaturahmi Tak Terganggu

Mudik Dilarang, Gubernur Sumsel Cari Solusi agar Silaturahmi Tak Terganggu

Berita, Populer, Terbaru March 30, 2021 12:47 am
IDNpos.com – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru tengah mencari solusi supaya warganya tetap dapat bersilaturahmi saat Idul Fitri. Langkah ini dilakukannya menyusul kebijakan pemerintah pusat melarang mudik.
Menurut Deru, pemaknaan mudik yg dilarang mesti diperjelas supaya tidak membuat masyarakat resah. “Pengertian mudik yg mesti kami perjelas, apakah untuk menghadapi lebaran atau terdapat keperluan. Ini mesti terdapat spesifikasi dulu, bukan berarti untuk membatasi orang bepergian,” ungkap Deru, Hari Senin (29/3).
Deru mengapresiasi keputusan pemerintah pusat yg menetapkan larangan mudik lebaran seperti disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan juga serta Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir Effendi baru-baru ini. Ia menyatakan akan berkoordinasi untuk membuat kebijakan kebijakan tepat di Sumatera Selatan.
“Saya mendukung apa yg dikatakan Menteri PMK apabila di skala nasional, tapi untuk wilayah Sumatera Selatan kami akan koordinasikan,” ujarnya.
Karena itu, Deru akan melakukan pengkajian dengan pihak terkait untuk mencari solusi di dalam menyikapi keputusan pemerintah pusat. Ia berharap masyarakat tetap dapat berlebaran dengan keluarga dengan aman dan juga serta tanpa penyebaran Corona.
“kami tidak ingin membatasi silaturahmi seseorang. menjadi pencegahan Corona dapat tercegah, semangat orang yg ingin melakukan ibadah serta bertemu keluarga tidak terganggu, tidak tersumbat. Saya akan melakukan koordinasi supaya dapat menemukan format ini,” kata dia.
Sebelum terdapat larangan berasal dari pemerintah pusat, Deru mengizinkan warganya mudik lebaran tahun ini. Ia menilai akan terjadi sangat banyak perputaran uang di dalam momentum itu.
Meski diizinkan mudik, warga diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk menghindari penyebaran virus corona. Ia tak ingin mudik lebaran justru menimbulkan klaster baru penularan Corona.
“Bukan diizinkan lagi, tapi justru saya menganjurkan masyarakat untuk mudik dengan catatan protokol kesehatan. Saya kira bakal terdapat perputaran uang saat itu,” ungkap Deru, Hari Rabu (17/3).Menurut dia, perputaran uang akan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat dan juga serta daerah. Kondisi ini berbanding terbalik dengan lebaran tahun lalu karena adanya larangan mudik yg menyebabkan roda perekonomian tersumbat.
“Pengalaman tahun lalu menjadi pelajaran, sangat banyak hikmah yg dapat kami ambil saat terjadi pembatasan sosial,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy menambahkan, pihaknya akan memasifkan tracing, test, dan juga serta treatment saat musim mudik lebaran nanti yg bertujuan mencegah dan juga serta mengontrol sebaran virus. Ia ingin memastikan semua orang yg melakukan perpindahan wilayah bebas berasal dari Corona.
“Walaupun tidak terdapat batasan, setiap orang mesti mengetahui dirinya tidak terpapar Corona karena sangat banyak kasus tanpa gejala. saat itulah dikhawatirkan terjadi penularan,” kata dia. [yan]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  Polisi Akan Rekonstruksi Kasus Penusukan Plt Kadis Parekraf DKI
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video