Home Terbaru Meski ada larangan mudik, Menko Airlangga yakin ekonomi kuartal II-2021 tumbuh 6,7%

Meski ada larangan mudik, Menko Airlangga yakin ekonomi kuartal II-2021 tumbuh 6,7%

Populer kabar Video April 8, 2021 6:49 am

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Herlina Kartika Dewi

IDNpos – JAKARTA. Pemerintah berkomitmen untuk lebih mendorong pemulihan ekonomi, sekaligus tetap melakukan penanganan Corona secara ketat. Pemerintah menjadikan Ramadan dan juga serta Idul Fitri tahun 2021 ini sebagaimana momentum untuk mengungkit ekonomi di kuartal II-2021, dengan tetap menjaga pengendalian pandemi Corona.

“Presiden meminta kebijakan pengendalian segera dilaksanakan dan juga serta pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan juga serta Kebudayaan telah menyampaikan pemberitahuan larangan mudik. Selain itu, serta telah disiapkan Surat Edaran berasal dari Menteri Agama yg mengatur berbagai kegiatan keagamaan selama bulan Ramadhan,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sesaat setelah Sidang Kabinet Paripurna, Hari Rabu (7/4).

Airlangga serta menyatakan bahwa pemerintah ingin memanfaatkan momentum ini guna mengejar target pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan Ekonomi pada kuartal I-2021 diproyeksikan masih negatif, sehingga untuk dapat kembali ke level pertumbuhan pra-Covid, ekonomi mesti tumbuh mencapai 7% di kuartal II-2021. 

Baca Juga :  Tugboat Tenggelam di Perairan Kaltim, 8 ABK Selamat Setelah Sempat Mengapung di Laut

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2021 yg masih negatif, untuk dapat kembali ke level pra-Covid atau sekitar 5% (yoy) di 2021, dibutuhkan pertumbuhan minimal 6,7% pada kuartal II-2021 yoy. Apabila pertumbuhan di kuartal II-2021 tidak mencapai 6,7% maka target pertumbuhan ekonomi 5% di tahun 2021 tidak tercapai.

Baca serta: Masih tertekan Corona, pengusaha minta keringanan bayar THR

Pemerintah telah menyusun beberapa kebijakan guna mengoptimalkan peningkatan konsumsi pada Ramadan dan juga serta Idul Fitri 2021. Kebijakan tersebut antara yg lain dengan mewajibkan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan swasta dan juga serta Gaji ke-13 dan juga serta THR untuk ASN/ TNI/ Polri.

“Setelah memberikan berbagai dukungan dan juga serta insentif kepada dunia usaha, pemerintah menetapkan kebijakan untuk mewajibkan pembayaran THR kepada karyawan,” ungkap Menko Airlangga.

Pemberian THR dan juga serta Gaji ke-13 diperkirakan dapat menghasilkan potensi untuk konsumsi sebesar Rp 215 triliun. 

Menjelang lebaran, pemerintah serta akan mempercepat penyaluran target output Perlindungan Sosial (PKH, Kartu Sembako, Bansos Tunai dll) yg belum terpenuhi di kuartal I-2021, untuk direalisasikan pada April sampai awal Mei. 

Baca Juga :  Amnesty Internasional: 2018-2020, Korban Pembunuhan oleh Aparat di Papua 106 Orang

Memajukan pencairan Kartu Sembako berasal dari Juni ke awal Mei (sebelum Lebaran) serta penyaluran program Perlinsos lainnya, diperkirakan akan berpotensi meningkatkan realisasi sebesar Rp 14,12 triliun.

Pembatasan kegiatan masyarakat melalui peniadaan mudik di masa liburan lebaran, diyakini akan efektif mengendalikan laju kasus Corona, namun di sisi yg lain akan berpotensi menyebabkan kontraksi pertumbuhan ekonomi, sebagaimana pengalaman di tahun lalu yg menyebabkan komtraksi terdalam pada kuartal II-2020.

“Pemerintah akan mengadakan Program Hari Belanja Online Nasional di akhir bulan Ramadhan (Harbolnas Ramadhan), yg rencananya akan diselenggarakan selama 5 hari (H-10 s/d H-6 Idul Fitri), bekerjasama dengan asosiasi, platform digital, pelaku UMKM, produsen lokal, dan juga serta para pelaku logistik lokal,” ungkap Menko Airlangga.

Untuk Harbolnas Ramadhan ini Pemerintah akan memberikan subsidi biaya ongkos kirim (ongkir) gratis, untuk pembelian produk lokal dan juga serta produksi UMKM.

Baca serta: Anggaran Rp 500 miliar untuk subsidi ongkir di hari belanja online jelang Lebaran

Baca Juga :  Masih berminat rupiah pecahan Rp 75.000? Kamu masih bisa melakukan penukaran lagi

Selain itu, pemerintah serta akan menyalurkan bansos beras bagi masyarakat selama Ramadan, melalui program penyaluran bantuan beras sebesar 10 kg untuk para penerima Kartu Sembako. Penyaluran akan dilakukan pada akhir bulan Ramadan (pada masa peniadaan mudik berlaku).

“Pada akhir bulan Ramadhan, saat peniadaan mudik dan juga serta pembatasan kegiatan masyarakat, Pemerintah telah menyiapkan program untuk mendorong konsumsi masyarakat, yg dibarengi dengan berbagai program untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Diharapkan melalui kebijakan ini, akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021,” pungkas Airlangga.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yg berkualitas dan juga serta bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yg dapat digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Sumber Referensi & Artikel : K O N T A N
Saksikan video pilihan berikut ini:

#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video