Home Terbaru Menkes minta GAVI dan juga AstraZeneca penuhi komitmen terkait pengiriman vaksin

Menkes minta GAVI dan juga AstraZeneca penuhi komitmen terkait pengiriman vaksin

Populer kabar Video April 9, 2021 12:48 am

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

IDNpos – JAKARTA. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut, mitigasi yg akan dilakukan untuk memastikan supply vaksin Corona bagi Indonesia ditempuh dengan empat langkah.

Langkah pertama ialah memastikan dan juga serta memproteksi supply vaksin yg telah ada. dari karenanya pemerintah melakukan negosiasi untuk mengamankan supply vaksin yg telah dijanjikan.

Pemerintah telah melakukan komunikasi dengan pihak Global Alliance for Vaccine also Immunization (GAVI) dan juga serta serta AstraZeneca untuk memenuhi komitmen mereka.

“Ya tolong dipenuhi janjiannya, Saya mengerti terdapat kesulitan, tapi ya tolong dicarikan jalan. Jangan problemnya dilepas ke kami, karena bukan salah kami sebenarnya. Hal yg sama serta dengan AstraZeneca yg bilateral, kami mengerti mereka serta terdapat isu. Tapi itu kan masalahnya di mereka, tolong dijaga komitmennya karena dapat menjadi merembet-rembet ke kami,” tegas Budi saat Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Hari Kamis (8/4).

Baca serta: Akhir April, Bio Farma terima 500.000 dosis Sinopharm untuk vaksinasi gotong royong

Baca Juga :  Megawati Digugat ke PN Jakpus oleh Kader PDIP yang Dipecat

Budi menyebut untuk negosiasi dengan GAVI sedang dilakukan dari Menteri Luar Negeri guna memastikan supply vaksin bagi Indonesia dapat terpenuhi.

Selain itu Budi serta telah berkirim surat ke GAVI terkait hal tersebut. Adapun sesuai komitmen sebelumnya Indonesia mendapatkan supply vaksin gratis melalui GAVI sebanyak 54 juta dosis.

Tak cuma itu, Budi serta sempat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris untuk meminta bantuan dicarikan alternatif supply vaksin AstraZeneca berasal dari negara yg lain di luar India.

“Strategi nomor satu ialah memastikan supply yg terdapat bagus yg terganggu maupun tidak terganggu kami jaga mati-matian sampai. Khususnya AstraZeneca kami telah melakukan pembicaraan tingkat tinggi di level bilateral sudah, sampai ke menteri apabila penting nanti kami dapat bicara antar Kepala Negara,” imbuhnya.

Kedua, langkah yg ditempuh ialah mendorong pengadaan vaksin gotong royong. Di mana untuk vaksin gotong royong saat ini telah didapatkan komitmen berasal dari Sputnik, Cansino dan juga serta Sinopharm.

Baca Juga :  Menko Polhukam Soal UU ITE: Jangan Alergi Terhadap Perubahan

“Kalau vaksin gotong royong itukan dapat sangat banyak yg masuk, kalo program pemerintah cuma empat dan juga serta masih empat jenis. Alternatif berikutnya selain kami mencoba memproteksi supply yg terdapat ialah kami mencoba melalui jalur vaksin gotong royong yg dilead dari Kementerian BUMN,” kata Budi.

Ketiga, mencari alternatif tambahan vaksin berasal dari komitmen yg telah didapatkan. Terutama berasal dari Sinovac dan juga serta dimungkinkan berasal dari Amerika.

“Kenapa China karena mereka yg terbukti paling konsisten memenuhi janjinya. dapat nggak ditambah 100 juta apabila terdapat apa-apa terjadi dengan GAVI dan juga serta AstraZeneca,” imbuhnya.

Diskusi dengan pemerintah China kini sedang berjalan. Budi menyebut pihak Sinovac telah membuka peluang penambahan vaksin, namun memang penting dilakukan komunikasi di level yg lebih tinggi.

Baca serta: Temuan Uni Eropa: Kemungkinan terdapat hubungan vaksin AstraZeneca dan juga serta pembekuan darah

“Level menteri telah dilakukan, kami merencanakan apabila dapat Bapak Presiden serta melakukan pembicaraan serta di level lebih tinggi karena kami ingin memastikan cadangan ini ada,” tegasnya.

Baca Juga :  Jaga Produktivitas, Pemkab Banyuwangi Keliling Periksa Ternak Gratis

Selain itu, Indonesia serta akan mencari alternatif supply vaksin berasal dari Amerika Serikat. Di mana Amerika telah membuka komunikasi informal dengan kalangan Menteri Luar Negeri dan juga serta Menteri Kesehatan di dunia terkait rencana mereka membuka supply vaksin ke negara yg lain.

Amerika sendiri diketahui memiliki laju vaksinasi paling cepat dan juga serta diprediksikan Juni telah dapat menyelesaikan vaksinasi di negerinya.

Komunikasi dilakukan supaya saat Amerika membuka produksi vaksin bagi negara yg lain, Indonesia berada di list teratas. “kami telah coba mulai diplomasi dan juga serta lobi ke Amerika,” ujarnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yg berkualitas dan juga serta bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yg dapat digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Sumber Referensi & Artikel : K O N T A N
Saksikan video pilihan berikut ini:

#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video