Home Terbaru Melawan Hoaks saat Pandemi Melalui Pemahaman Literasi Digital

Melawan Hoaks saat Pandemi Melalui Pemahaman Literasi Digital

Berita, Populer, Terbaru March 30, 2021 9:49 pm
IDNpos.com – Masa pandemi ternyata tidak membuat hoaks berhenti. Masih terdapat saja beredar hoaks berbagai hal termasuk hoaks soal pandemi, penanganan Corona, mitos-mitos kesehatan dan juga serta yg paling hangat soal vaksinasi. Faktanya, sangat banyak orang yg serta langsung percaya dan juga serta bahkan ikut membagikan berbagai hal yg sebenarnya salah dan juga serta tidak jelas sumbernya.
Donny Budi Utoyo, Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan juga serta Informatika menyampaikan, apabila diambil rata-ratanya terdapat 4-5 hoaks baru terkait Corona beredar setiap hari berasal dari Februari 2021 sampai sekarang. “Hoaks yg terkait vaksinasi sekarang terdapat 150. Itu terhitung sejak Oktober 2020, sebarannya jauh lebih dahsyat lagi, tersebar pada 900 titik,” terangnya di dalam Dialog Produktif bertema “Hoaks Dilawan, Jangan Biarkan” yg diselenggarakan KPCPEN, dan juga serta ditayangkan di FMB9ID_IKP, Hari Selasa (30/3).
Hal itu dibenarkan Septiaji Eko Nugroho, Pimpinan Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO). “Hoaks memang dikemas dengan memikat melalui judul-judul yg sensasional. Masalahnya isu Corona ini diikuti semua kalangan, berbeda dengan isu politik dan juga serta pemilu 2019, tidak semua masyarakat mengikutinya,” terangnya.
Donny menyebutkan permasalahan hoaks ini tidak dapat diatasi satu pihak. “Penanganan hoaks mesti komprehensif berasal dari hulu ke hilir. di dalam konteks info terdapat istilah literasi digital, ini yg penting didorong. Sementara pasal-pasal itu terdapat di bagian bawah (hilir), itu pun usaha terakhir jika memang di hulu kami telah berusaha semaksimal mungkin, yg penting diutamakan ialah kerja-kerja kolaboratif para pemangku kepentingan,” terangnya.
Menurut keterangan lanjutan Donny, Kemkominfo sedang menjalankan program literasi digital salah satunya melalui program Siberkreasi. “Sepanjang 2021 kami menargetkan 12,5 juta orang untuk mendapatkan pemahaman literasi digital, salah satunya melawan hoaks,” tuturnya.
Septiaji serta menjelaskan bahwa proses ini penting waktu untuk membangun pemahaman masyarakat yg kuat, “Literasi digital ini memang proses yg panjang, hasil berasal dari literasi digital mungkin dapat dirasakan 5 – 10 tahun ke depan,” terangnya.
Donny, menekankan strategi komunikasi untuk mencegah hoaks di kalangan masyarakat mesti didukung semua kalangan, “Memang betul pemerintah mesti turun tangan, tokoh masyarakat dan juga serta tokoh agama serta mesti turut membantu. Tapi kami semua yg memiliki gadget ialah prajurit-prajurit perang untuk melawan hoaks. Sehingga daripada kami mengutuk gelap lebih bagus kami menyalakan lilin. Maksudnya apabila kami ragu itu hoaks, jangan kami sebarkan,” tutupnya. [ded]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  Harga pangan naik, DRI memperkirakan inflasi Maret 2021 sebesar 0,15% mom
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video