Home Terbaru Larangan mudik 2021, begini dampaknya ke perputaran uang saat Lebaran

Larangan mudik 2021, begini dampaknya ke perputaran uang saat Lebaran

Populer kabar Video March 29, 2021 9:48 pm

Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

IDNpos – JAKARTA. Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021 yg akan berlaku pada 6 Mei 2021 sampai 17 Mei 2021. Larangan mudik ini ialah kali kedua setelah terjadi pada Lebaran 2020. Hal tersebut dilakukan pemerintah untuk meminimalisir penularan Corona

Kebijakan ini tentu membawa dampak pada aktivitas ekonomi, salah satunya terkait peredaran uang tunai yg menurun pada Lebaran tahun lalu. 

Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim mengungkapkan, jumlah uang tunai layak edar yg disiapkan dari bank sentral pada Ramadan dan juga serta Lebaran 2020 sebesar Rp 157,96 triliun. 

Jumlah tersebut turun 17,7% bila dibandingkan dengan posisi uang tunai layak edar Lebaran dan juga serta Ramadhan tahun 2019. Kala itu BI menyiapkan Rp 192 triliun. 

Baca Juga :  Ada kapal terjebak di Terusan Suez, ekspor kayu dan nikel Indonesia terhambat

Namun, untuk kebutuhan pada tahun 2021 ini, Marlison belum dapat memberi estimasi penyediaan uang dan juga serta layanan pemenuhan uang. Ini terjadi  karena masih di dalam tahap penyusunan dari BI. 

“Untuk info terkait rencana penyediaan uang dan juga serta layanan pemenuhan uang Lebaran 2021 sedang kami susun. Pada waktunya akan kami publikasikan. (Kira-kira) di bulan depan, akan kami infokan,” kata Ia kepada idnpos.com, Hari Senin (29/3). 

Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics also Finance (INDEF) Bhima Yudhistira memperkirakan, jumlah uang beredar di periode Lebaran tahun ini dapat berada di kisaran Rp 140 triliun sampai Rp 160 triliun. 

Baca serta: BNI optimistis penyaluran kredit dapat tumbuh minimal 6% pada tahun ini

Baca Juga :  Sebut pidana BLBI selesai, pemerintah tagih perkara perdata

“Memang kami perkirakan masih tumbuh melambat, atau cuma berada di level 7% sampai 9%. Biasanya, saat terdapat mudik terjadi kenaikan 10% yoy,” jelas dia. 

Bhima khawatir, pembatasan mobilitas di masa Lebaran tahun ini akan menurunkan gairah konsumsi masyarakat. Bahkan, meski pemerintah telah memberikan stimulus berupa bantuan langsung bagi masyarakat kelas bawah dan juga serta bantuan berupa relaksasi PPnBM mobil untuk masyarakat menengah atas. 

Larangan mudik ini dapat diartikan hambatan terhadap mobilitas, khususnya kendaraan bermotor. Sehingga, orang-orang akan berpikir percuma untuk beli mobil tetapi tidak dipakai untuk bepergian. 

“Padahal, momentum untuk beli mobil baru atau bekas biasanya jelang mudik Lebaran. menjadi agak percuma beli mobil tapi cuma diparkir di garasi selama Lebaran,” ungkap Bhima. 

Kemudian, Bhima serta melihat larangan mudik akan menyebabkan efek konsentrasi uang cuma berputar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan juga serta tidak mengalir ke daerah-daerah. 

Baca Juga :  Kuasa Hukum amp; Simpatisan Habib Rizieq Wajib Patuhi Prokes saat Sidang, jika Tidak...

Padahal biasanya momen Lebaran, uang dapat mengalir ke daerah-daerah karena orang yg mudik berasal dari Jabodetabek akan melakukan konsumsi di daerah tempat asalnya, membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang, rekreasi, sampai pemesanan penginapan. 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yg berkualitas dan juga serta bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yg dapat digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Sumber Referensi & Artikel : K O N T A N
Saksikan video pilihan berikut ini:

#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video