Home Terbaru Korban Tewas di dalam Unjuk Rasa Myanmar Lampaui 500 Jiwa

Korban Tewas di dalam Unjuk Rasa Myanmar Lampaui 500 Jiwa

Berita Populer Terkini March 30, 2021 12:49 pm

NAYPYIDAW – Setidaknya 510 warga sipil tewas di dalam dua bulan demonstrasi antikudeta militer di Myanmar, menurut kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).

Dari 14 orang yg terbunuh di Myanmar pada Hari Senin (29/3/2021), setidaknya delapan orang berada di distrik Dagon Selatan, Yangon, di mana pasukan keamanan menembakkan senjata kaliber yg jauh lebih berat berasal dari biasanya untuk membersihkan barikade kantong pasir, kata para saksi mata.

Baca Juga :  Dua insentif baru guna dongkrak ekonomi di kuartal II-2021

BACA serta: Gadis 7 Tahun Tewas Ditembak Pasukan Keamanan Myanmar

Televisi pemerintah mengatakan pasukan keamanan menggunakan “senjata anti huru hara” untuk membubarkan kerumunan “teroris yg kejam” yg menghancurkan trotoar dan juga serta menyebabkan satu orang terluka.

Seorang warga Dagon Selatan pada Hari Selasa (30/3/2021) mengatakan lebih sangat banyak tembakan terdengar di daerah itu semalam, dan juga serta meningkatkan kekhawatiran akan lebih sangat banyak korban.

Baca Juga :  Imbas pandemi Covid-19, penempatan pekerja migran Indonesia turun pada 2020

di dalam taktik baru, pengunjuk rasa berusaha untuk meningkatkan kampanye pembangkangan sipil pada Hari Selasa dengan meminta penduduk membuang sampah ke jalan-jalan di persimpangan jalan utama.

“Aksi mogok sampah ini ialah aksi menentang junta,” demikian tertulis pada sebuah poster di media sosial.

BACA serta: Demonstrasi Terus Berlanjut, 96 WNI Putuskan Tinggalkan Myanmar

Salah satu kelompok utama di balik gerakan unjuk rasa, Komite Pemogokan Umum Nasional, telah meminta pasukan etnis minoritas untuk membantu mereka yg melawan “penindasan yg tidak adil” berasal dari militer.

Baca Juga :  Cara Aktifkan Two Factor Authentication di Google

Sebagai tanda bahwa seruan itu mungkin mendapatkan lebih sangat banyak daya tarik, tiga kelompok merilis surat terbuka pada Hari Selasa untuk meminta militer berhenti membunuh pengunjuk rasa damai dan juga serta menyelesaikan masalah politik.

Sumber Referensi & Artikel : O K E Z O N E
Saksikan video pilihan berikut ini: