Home Terbaru Kisah Tulisan Terakhir Fatmawati, quot;Tjintamu Menjiwai Rakyat, Tjinta Fatquot; saat Bung Karno...

Kisah Tulisan Terakhir Fatmawati, quot;Tjintamu Menjiwai Rakyat, Tjinta Fatquot; saat Bung Karno Meninggal

Berita Populer Terkini March 30, 2021 6:47 am

PADA 21 Juni 1970, Jam 07.00 WIB, Bung Karno meninggal dunia di Wisma Yaso, Jakarta Selatan. Dokter Mahar Mardjono menjadi orang yg menyaksikan Bung Karno di saat terakhir. RRI menyiarkan kabar sekitar Jam 07.00 pagi tentang kematiannya. Ini dituliskan Roso Daras di bukunya Total Bung Karno.

Dokter Mahar melaporkan, saat itu Jam 04.00 pagi, Bung Karno di dalam keadaan koma.

Ia dan juga serta dokter Sukaman berada di sampingnya. Menjelang Jam 07.00 pagi, Sukaman sebentar meninggalkan ruangan rawat. Ia sendiri berada di ruang rawat dengan Bung Karno. Bung Karno berbaring setengah duduk, tiba-tiba beliau membuka mata sedikit, memegang tangannya, dan juga serta sesaat kemudian Bung Karno mengembuskan napas yg terakhir.

Baca Juga :  Tersinggung Disebut Lemah, Residivis di Tabanan Tikami Tetangga hingga Tewas

di dalam buku Total Bung Karno karya Roso Daras diceritakan, buruknya penanganan terhadap penyakit Bung Karno serta mempercepat kematiannya. Beberapa bulan di awal 1969, Bung Karno tidak boleh menerima tamu, termasuk keluarganya, karena mesti menjalani serangkaian pemeriksaan dan juga serta interogasi. Keluarganya cuma dapat mengantar makanan melalui penjaga.

“Bung Karno yg menyukai keramaian dan juga serta selalu membutuhkan teman bicara menjadi makin depresi karena diasingkan. Sementara dulu penjajah Belanda saat membuang tahanan politik ke luar Jawa, tidak melarang mereka bergaul dengan lingkungannya,”ujar Roso.

Baca Juga :  Jelang Ulang Tahun, Merdeka.com Berbagi e-Money Lewat Kuis Pantun

Keluarga boleh menengok dengan pembatasan, mesti mengantongi izin dan juga serta cap instansi militer, tidak serta merta dimudahkan. Rachmawati dibentak dan juga serta dimarahi penjaga karena mengajak Bung Karno jalan-jalan di halaman Wisma Yaso.

Jika penjaga sedang baik, keluarga boleh ke Wisma Yaso. Tapi apabila sedang tidak baik, mobil ditahan di gerbang. Istri Bung Karno, Hartini sering mesti berjalan kaki menenteng rantang makanan melintasi halaman yg sangat luas.

Bung Karno sempat menulis surat ke Presiden Soeharto tanggal 3 November 1968 untuk meminta kelonggaran supaya keluarganya dapat mengunjungi. Ia serta meminta supaya Ny Sugio yg selama ini mengurusi rumah Wisma Yaso, dizinkan membantu lagi.

Baca Juga :  Menteri Teten Kick off Gerakan Indonesia Bersama UMKM Seiring Gernas BBI

Pembantu rumah tangganya tidak diizinkan masuk ke Wisma Yaso, sehingga untuk urusan dapur, Bung Karno mesti mengurusnya sendiri.

Baca serta : Ni Luh Putu Sugianitri Ajudan Terakhir Bung Karno Meninggal, Jasadnya Dikremasi

saat akhirnya ia mengembuskan napas terakhirnya. Di antara sayup-sayup suara seorang Ibu yg membacakan surat Yasin dekat jenazah Bung Karno, terdengar Ibu Wardoyo kakak kandung Soekarno terus meratap. “Karno, kowe kok sengsoro men.”

Sumber Referensi & Artikel : O K E Z O N E
Saksikan video pilihan berikut ini: