Home Terbaru Kejar Aliran Uang, KPK Periksa Anak Nurdin Abdullah

Kejar Aliran Uang, KPK Periksa Anak Nurdin Abdullah

Berita, Populer, Terbaru April 8, 2021 9:47 am
IDNpos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami pengetahuan mahasiswa M. Fathul Fauzy Nurdin yg serta anak berasal dari Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah (NA) soal adanya dugaan transaksi keuangan.
KPK pada hari Hari Rabu (7/4) memeriksa M. Fathul Fauzy Nurdin sebagaimana saksi untuk tersangka Nurdin dan juga serta kawan-kawan di dalam penyidikan kasus dugaan suap perizinan dan juga serta pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel pada tahun anggaran 2020—2021.
“M. Fathul Fauzy Nurdin (mahasiswa) didalami pengetahuan saksi antara yg lain mengenai adanya dugaan transaksi keuangan berasal dari tersangka NA yg terkait dengan perkara ini,” ucap Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri di dalam keterangannya di Jakarta, Hari Kamis (8/4), dikutip berasal dari Antara.
Selain itu, KPK serta memeriksa tiga saksi lainnya untuk tersangka Nurdin, yaitu Rudy Ramlan selaku pegawai negeri sipil (PNS) dan juga serta dua wiraswasta masing-masing Raymond Ardan Arfandy dan juga serta John Theodore.
Saksi Rudy Ramlan didalami pengetahuannya terkait dengan berbagai proyek yg ditenderkan dari Pemprov Sulsel yg salah satunya dikerjakan dari tersangka Agung Sucipto (AS).
“Raymond Ardan Arfandy (wiraswasta) dikonfirmasi, antara yg lain terkait dengan dugaan pemberian sejumlah uang dari tersangka AS kepada tersangka NA karena adanya pengerjaan sejumlah proyek di Pemprov Sulsel. Sekaligus didalami mengenai kerja sama saksi dengan tersangka AS di dalam pengerjaan proyek,” kata Ali.
Sementara itu, saksi John Theodore didalami pengetahuannya terkait dengan proyek-proyek milik Pemprov Sulsel. di dalam hal ini saksi serta pernah ikut mengerjakan.
Selain Nurdin, KPK serta telah menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Edy Rahmat (ER) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan juga serta Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel atau orang kepercayaan Nurdin dan juga serta Agung Sucipto (AS) selaku kontraktor/Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB).
Nurdin diduga menerima total Rp5,4 miliar dengan perincian pada tanggal 26 Februari 2021 menerima Rp2 miliar yg diserahkan melalui Edy berasal dari Agung.
Selain itu, Nurdin serta diduga menerima uang berasal dari kontraktor yg lain, di antaranya pada akhir 2020 Nurdin menerima uang sebesar Rp200 juta, pertengahan Februari 2021 Nurdin melalui ajudannya bernama Syamsul Bahri menerima uang Rp1 miliar, dan juga serta awal Februari 2021 Nurdin melalui Syamsul Bahri menerima uang Rp2,2 miliar.
di dalam konstruksi perkara disebut bahwa tersangka Agung mengerjakan proyek peningkatan Jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan di Kabupaten Sinjai/Bulukumba (DAK Penugasan) TA 2019 dengan nilai Rp28,9 miliar, pembangunan Jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan (DAK) TA 2020 dengan nilai Rp15,7 miliar.
Selanjutnya, pembangunan Jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan (APBD Provinsi) dengan nilai Rp19 miliar, pembangunan jalan, pedisterian, dan juga serta penerangan Jalan Kawasan pariwisata Bira (Bantuan Keuangan Provinsi Sulsel 2020 ke Kabupaten Bulukumba) TA 2020 dengan nilai proyek Rp20,8 miliar serta rehabilitasi Jalan Parkiran 1 dan juga serta pembangunan Jalan Parkiran 2 Kawasan pariwisata Bira (Bantuan Keuangan Provinsi Sulsel 2020 ke Kabupaten Bulukumba) TA 2020 dengan nilai proyek Rp7,1 miliar. [rnd]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Rawat Inap di RSD Wisma Atlet Kemayoran Terus Berkurang, Hari Ini 91 Orang Pulang
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video