Home Terbaru Kejadian Ikutan Pascaimunisasi Vaksin AstraZeneca Termasuk Ringan

Kejadian Ikutan Pascaimunisasi Vaksin AstraZeneca Termasuk Ringan

Berita, Populer, Terbaru March 30, 2021 9:48 pm
IDNpos.com – Sebanyak 1,1 Juta vaksin AstraZeneca yg tiba di Indonesia bantuan berasal dari COVAX facility, telah didistribusikan ke enam provinsi, yaitu Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, dan juga serta Maluku. Terdapat empat orang yg diobservasi setelah mendapat vaksinasi AstraZeneca di Sulawesi Utara yg beberapa lalu membuat otoritas setempat menerbitkan penghentian sementara vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Pimpinan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) menyampaikan telah mendapatkan laporan berasal dari Komda KIPI Sulawesi Utara.
“Kami telah menerima Komda KIPI Sulawesi Utara, tentang adanya subjek yg menggigil, demam, dan juga serta pegal, sehingga terbit surat Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Utara untuk pemberhentian vaksin, setelah Komda KIPI mengkaji dan juga serta menginvestigasi dengan Badan POM, Kemenkes, WHO, dan juga serta UNICEF, ternyata reaksinya termasuk ringan,” terangnya di dalam konferensi pers yg diselenggarakan KPCPEN dan juga serta ditayangkan FMB9ID_IKP, Hari Selasa (30/3).
dr. Siti Nadia Tarmidzi, Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi berasal dari Kemenkes, menambahkan bahwa di dalam memilih jenis vaksin yg akan digunakan di dalam program vaksinasi nasional, pemerintah senantiasa mendengarkan saran dan juga serta masukan berasal dari para ahli, termasuk berasal dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan juga serta World Health (WHO).
“Hal itu dilakukan karena pemerintah cuma ingin menyediakan jenis vaksin yg aman dan juga serta efektif untuk seluruh masyarakat indonesia,” tegas dr. Siti Nadia.
“Vaksin memainkan peran penting dan juga serta menjadi alat berguna untuk melawan pandemi. Jutaan vaksin telah diamankan dan juga serta diberikan kepada orang-orang di seluruh dunia. Indonesia telah menerima vaksin Astrazeneca yg mendapatkan standar keamanan tertinggi berasal dari yg serta disetujui Badan POM yg menjamin keamanan dan juga serta khasiatnya,” terang Dr. Vinod Bura, Medical Specialist WHO Indonesia.
Atas dasar tersebut, vaksin AstraZeneca dapat digunakan bagus untuk golongan usia 18 tahun ke atas maupun kepada lanjut usia (lansia), “Vaksin ini dapat diberikan pada usia 18 tahun dan juga serta serta untuk lansia, vaksin ini sangat bagus untuk lansia, sangat aman, dan juga serta dapat menghasilkan Imunogenisitas yg sangat tinggi,” tutup Prof. Dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Pimpinan ITAGI.
Rizky Ika Safitri, Communication for Development UNICEF Indonesia, menyatakan “Fasilitas COVAX yg dinaungi WHO, aliansi vaksin (GAVI), dan juga serta koalisi inovasi kesiapsiagaan pandemi (CEPI) ialah bentuk solidaritas global untuk penanganan pandemi Corona.”
Fasilitas COVAX bertujuan memberikan akses pada vaksin Corona secara adil dan juga serta merata bagi semua negara anggota terlepas status kemajuan pembangunan dan juga serta ekonominya. Setiap negara anggota COVAX akan mendapatkan vaksin yg aman dan juga serta efektif untuk 20 persen populasi negaranya untuk mengurangi tingkat kematian, melindungi sistem kesehatan dan juga serta memastikan layanan kesehatan esensial dapat terus diberikan kepada masyarakat. [ded]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  Pemkot Surabaya Izinkan Atraksi Barongsai saat Imlek, Asal Digelar secara Virtual
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video