Home Terbaru Indonesia dinilai penting mendorong lahirnya pengusaha baru melalui kampus

Indonesia dinilai penting mendorong lahirnya pengusaha baru melalui kampus

Populer kabar Video April 8, 2021 9:48 pm

Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

IDNpos – JAKARTA. Indonesia dinilai penting terus menambah jumlah entrepreneur-nya supaya dapat keluar berasal dari perangkap negara berpenghasilan menengah menjadi berpenghasilan tinggi. Pasalnya, para entrepreneur tersebut berperan penting di dalam menciptakan lapangan kerja, yg pada gilirannya akan mendorong peningkatan kinerja perekonomian suatu negara. 

Jika perekonomian negara tersebut terus meningkat akan berkontribusi pada terciptanya masyarakat madani dan juga serta sejahtera, serta stabilitas bagi negara tersebut.

Merujuk laporan Global Entrepreneuship Index 2018 (GEI) yg dirilis dari a Global Entrepreneurship Development Institute (GEDI), Indonesia masih menempati peringkat ke-94 berasal dari 137 negara. 

Baca serta: DOKU perkenalkan Jokul, inovasi pembayaran digital untuk segala fase bisnis

Merujuk laporan GEI, Indeks Entrepreneurship Indonesia masih kalah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, seperti Brunei Darussalam di peringkat 53, Malaysia peringkat 58, Thailand 71, bahkan Filipina 84 dan juga serta Vietnam 87.

Laporan GEI ini membahas keterkaitan antara entrepreneurship, pembangunan ekonomi, dan juga serta kesejahteraan. Menurut GEDI, entrepreneurship berperan penting di dalam menciptakan lapangan kerja, kinerja ekonomi, dan juga serta stabilitas di negara tersebut.

Baca Juga :  Pendaftaran CPNS dan PPPK dibuka Mei, ini hal yang perlu diketahui

Laporan GEI 2018 serta memasukkan data tentang Human Capital Score. Merujuk laporan tersebut, Human Capital Score Indonesia serta masih terbilang rendah, yaitu 16%. Bandingkan dengan Thailand yg Human Capital Score-nya 49%, Malaysia 63% atau AS yg 100%.

Neil Towers, project leader Growth Indonesia – a Triangular Approach (GITA) mengatakan, Indonesia masih penting terus menambah jumlah entrepreneur-nya. “Skor human capital Indonesia masih relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara tersebut,” kata Towers yg serta pakar retail marketing dari University of Gloucestershire, United Kingdom, di dalam Konferensi Internasional GITA yg diselenggarakan secara virtual, Hari Kamis (8/4).

Towers menambahkan, salah satu tempat untuk mencetak pengusaha-pengusaha baru ialah perguruan tinggi. Di beberapa negara maju, memang sangat banyak pengusaha yg lahir di lingkungan kampus. Mark Zuckerberg mendirikan Facebook saat masih kuliah di Harvard University. Perusahaan-perusahaan seperti Yahoo! Inc., Google, Facebook, FedEx ialah bisnis-bisnis yg lahir berasal dari kampus. 

Baca Juga :  Pesawat Batik Air Mendarat Darurat di Jambi, 5 Penerbangan Dibatalkan

Baca serta: Tanamduit masuk 5 startup reksadana teratas di dunia

Di Amerika Serikat, Stanford University ialah universitas yg sangat banyak melahirkan pebisnis berasal dari lingkungan kampus. usaha untuk melahirkan lebih sangat banyak pengusaha berasal dari lingkungan kampus itulah yg dilakukan dari konsorsium GITA yg dipimpin dari Towers. Konsorsium ini beranggotakan tujuh universitas berasal dari Indonesia dan juga serta empat universitas berasal dari Eropa.

Towers melaporkan, bahwa GITA telah melahirkan 112 perusahaan rintisan (startup) baru dengan nilai bisnis mencapai Rp 115,4 miliar. Ini ialah bukti nyata keberhasilan GITA di dalam melahirkan pengusaha-pengusaha baru berasal dari lingkungan kampus.

Selain itu, pada ajang konferensi internasional tersebut konsorsium GITA serta mengumumkan pemenang kompetisi mahasiswa tingkat nasional untuk proposal bisnis yg berkelanjutan dan juga serta pembentukan asosiasi yg melibatkan perguruan-perguruan tinggi anggota konsorsium GITA.

Baca Juga :  Pemkot Jakbar Sebut Helena Lim Bawa Surat Keterangan Nakes Sebelum Divaksinasi

Rektor President University Jony Oktavian Haryanto menambahkan jika ingin menjadi negara maju, sejajar dengan negara-negara seperti AS, Inggris, atau Jerman, Indonesia mesti menjadikan kampus-kampusnya sebagaimana kawah candradimuka untuk mencetak lahirnya pengusaha-pengusaha baru.

“Untuk sampai ke sana, tentu sangat banyak hal yg mesti dilakukan dari perguruan tinggi. kami di President University, misalnya, bahkan sampai merombak kurikulum dengan memasukkan mata kuliah entrepreneurship sedini mungkin. kami serta mendirikan inkubator bisnis, menggandeng para praktisi  bisnis untuk menjadi mentor dan juga serta investor bagi bisnis-bisnis yg dirintis dari mahasiswa,” katanya.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yg berkualitas dan juga serta bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yg dapat digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Sumber Referensi & Artikel : K O N T A N
Saksikan video pilihan berikut ini:

#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video