Home Terbaru Incar potensi penerimaan pajak, Ditjen Pajak tebar surat

Incar potensi penerimaan pajak, Ditjen Pajak tebar surat

Populer kabar Video April 9, 2021 6:49 am

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Anna Suci Perwitasari

IDNpos – JAKARTA. Aktivitas pengawasan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tahun lalu berbuah manis, yaitu mampu mengumpulkan penerimaan pajak sebesar Rp 66,8 triliun. 

Angka tersebut berasal berasal dari penerbitan Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan juga/atau Keterangan (SP2DK) sebanyak 2,35 juta dan juga serta Laporan Hasil Permintaan Penjelasan atas Data dan juga/atau Keterangan (LHP2DK) sejumlah 2,02 juta.

di dalam keterangan Ditjen Pajak yg dihimpun idnpos.com menyebutkan, aktivitas pengawasan sempat menurun pada awal periode berlakunya work from home bagi pegawai pajak yaitu Maret-April 2020. Namun kemudian meningkat kembali pada periode new normal saat tahun lalu.

Sementara itu, pada empat sampai lima bulan terakhir, Ditjen Pajak fokus untuk menyelesaikan himbauan dan juga serta merealisasikan potensi penerimaannya. Terbukti di akhir tahun menyentuh angka Rp 18,11 triliun.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan juga serta Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kemenkeu Neilmaldrin Noor mengatakan, SP2DK diterbitkan atas dasar adanya informasi, data, atau keterangan yg terdapat di dalam sistem perpajakan. Ia bilang usaha aktivitas pengawasan wajib pajak itu tetap menjadi salah satu strategi otoritas mengejar setoran pajak. 

Neilmaldrin menyampaikan jika di dalam proses counseling terdapat potensi pajak yg belum dipenuhi dari wajib pajak, maka kewajiban pajaknya akan ditindaklanjuti. Sayang, Ia enggan menyebutkan jumlah SP2DK maupun LHP2DK yg telah diterbitkan di tahun ini.

Baca Juga :  Trotoar Rp21 Miliar Jadi Lapak Parkir Liar di Tangsel, Komunitas Sepeda Curhat Begini

Baca serta: Aktivitas pengawasan lewat SP2DK dan juga serta LHP2DK hasilkan Rp 66,8 triliun penerimaan pajak

yg jelas, Ditjen Pajak berharap semakin sangat banyak wajib pajak yg patuh setelah disurati. “Untuk wajib pajak yg dikirimin SP2DK, DJP akan melakukan himbauan dan juga serta counseling kepada WP tersebut,” kata Neilmaldrin kepada idnpos.com, Hari Kamis (8/4).

Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute Prianto Budi Saptono mengatakan di dalam praktiknya SP2DK dikirimkan kepada wajib pajak setelah Ditjen Pajak mencocokkan data berasal dari instansi, lembaga, asosiasi, dan juga serta pihak yg lain (Ilap).

Dia bilang, imbauan klarifikasi tersebut merupakan hal yg lumrah. Tujuannya guna memastikan kepatuhan material wajib pajak. Belakangan ini, sumber Kontan menyebutkan sangat banyak wajib pajak badan yg dimintai klarifikasi.

Prianto bilang SP2DK masih menjadi metode otoritas pajak menggali potensi penerimaan, teranyar otoritas akan menggunakan data SPT Tahunan 2020 yg tenggat waktunya berakhir pada 30 April 2021 untuk wajib pajak badan. Namun menurutnya butuh waktu satu sampai dua bulan supaya kualitas SP2DK yg diterbitkan Ditjen Pajak nantinya memiliki potensi penerimaan.

Sebab, penting disandingkan dengan data internal dan juga serta eksternal Ditjen Pajak. “SP2DK akan mulai kenceng di semester II-2021. Sementara untuk SPT Tahunan 2016 dan juga serta 2017 yg telah dapat SP2DK lebih dulu, ini masa kadaluarsanya segera habis, biasanya akan didahulukan lewat pemeriksaan, apabila belum diperiksa karena prioritasnya tinggi,” kata Prianto kepada Kontan, Hari Kamis (8/4).

Baca Juga :  3 Hari Hilang, Ngadiman Ditemukan Mengambang di Dam Bendo Imogiri

Ketua Bidang Keuangan dan juga serta Perbankan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani memprediksi SP2DK tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, bagaimanapun di masa pandemi seperti ini. Menurutnya, Ditjen Pajak tetap akan mengejar potensi penerimaannya. 

“Tren yg kami lihat Ditjen terus mengupayakan penggalian potensi lewat mekanisme SP2DK sebelum melanjutkannya ke proses pemeriksaan bila WP dinilai tidak kooperatif,” kata Ajib kepada Kontan, Hari Kamis (8/4).

Ajib menilai SP2DK di tahun ini tidak cuma berfokus pada SPT Tahunan 2020 saja, melainkan SPT Tahunan di tahun-tahun sebelumnya, sesuai dengan daluwarsa pajak lima tahun. Meskipun potensi lebih bayar SPT Tahunan 2020 wajib pajak badan tahun ini semakin tinggi.

“menjadi, walau kondisi lebih bayar tidak menutup kemungkinan untuk diterbitkan SP2DK,” ungkap Ajib. 

Baca serta: Rencana investasi penerima tax holiday makin mengecil

Kendati demikian, Pengamat Pajak Center for Information Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai penerbitan SP2DK sampai menghasilkan penerimaan bagi DJP membutuhkan proses yg cukup panjang. Menurutnya, di dalam situasi ekonomi seperti saat ini, dibutuhkan solusi jangka pendek untuk mengerek penerimaan pajak. 

Baca Juga :  Larangan mudik Lebaran 2021, ini cara dapat surat izin perjalanan atau SIKM

“menjadi, apabila di dalam konteks (SP2DK) untuk optimalisasi karena melemahnya penerimaan karena pandemi, saya kira kurang tepat. Karena masalah penerimaan pajak sekarang ialah masalah siklikal atau jangka pendek,” kata Farjy kepada Kontan, Hari Kamis (8/4).

Kata Fajry, penerimaan pajak saat ini loyo dikarenakan rendahnya potensi penerimaan bukan masalah rendahnya effort Ditjen Pajak. “sangat banyak perusahaan yg terpaksa tutup menjadi potensi penerimaannya yg memang rendah. Saya yakin saat ekonomi bangkit kinerja penerimaan kami serta akan bangkit,” kata Fajry.

Proyeksi Fajry, penerimaan pajak pada 2021 akan tumbuh 2,6% sampai 3% year on year (yoy) berasal dari realisasi tahun lalu. Dus, shortfall penerimaan dapat mencapai Rp 131 triliun, atau cuma setara 89,34% berasal dari target akhir tahun yg telah ditetapkan dari pemerintah sebesar Rp 1.229,6 triliun. 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yg berkualitas dan juga serta bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yg dapat digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Sumber Referensi & Artikel : K O N T A N
Saksikan video pilihan berikut ini:

#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video