Home Terbaru ICW: Putusan PK Advokat Lucas Menambah Catatan Kelam Lembaga Kekuasaan Kehakiman

ICW: Putusan PK Advokat Lucas Menambah Catatan Kelam Lembaga Kekuasaan Kehakiman

Berita, Populer, Terbaru April 8, 2021 3:47 pm
IDNpos.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti keputusan Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) diajukan advokat Lucas. Terpidana kasus merintangi penyidikan perkara suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melibatkan kliennya mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro.
Anggapan itu setelah ICW melihat MA memotong hukuman penjara Lucas menjadi 3 tahun penjara. Lucas sebelumnya divonis 7 tahun penjara dari majelis hakim PN Jakarta Pusat. Lucas kemudian mendapat pengurangan hukuman menjadi 5 tahun setelah banding diajukannya dikabulkan Pengadilan Tinggi Jakarta. Lucas lalu mengajukan kasasi yg dikabulkan MA sampai hukuman diterimanya menjadi 3 tahun penjara.
“Putusan PK ini sekaligus menambah catatan kelam lembaga kekuasaan kehakiman tatkala menyidangkan perkara korupsi,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhan saat dikonfirmasi, Hari Kamis (8/4).
ICW mencatat sejak tahun 2005, MA selalu menjatuhkan vonis ringan kepada para komplotan koruptor. Terakhir, pada tahun 2020, ICW mencatat rata-rata hukuman yg dikenakan kepada koruptor cuma 3 tahun 1 bulan penjara.
“Terakhir, selain Presiden dan juga serta DPR yg selalu menjadi biang kerok pelemahan pemberantasan korupsi, pada kenyataannya, pengadilan serta menjalani praktik serupa. menjadi, lengkap sudah, seluruh cabang kekuasaan menolak memperkuat agenda pemberantasan korupsi,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan usaha hukum peninjauan kembali (PK) diajukan Lucas, pengacara yg terjerat kasus merintangi penyidikan dengan tersangka mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro.
“Amar putusan, Kabul,” demikian dikutip berasal dari situs kepaniteraan MA, Hari Kamis (8/4/2021).
Perkara PK Lucas teregistrasi dengan nomor: 78 PK/Pid.Sus/2021. Vonis itu diketok pada Rabu, 7 April 2021 kemarin. Duduk sebagaimana majelis hakim di dalam perkara ini yaitu Salman Luthan dengan anggota Abdul Latief dan juga serta Sofyan Sitompul.
Penasihat hukum Lucas, Aldres Napitupulu membenarkan putusan tersebut. cuma saja, tim penasihat hukum masih menunggu petikan putusan berasal dari MA.
“Seharusnya bebas. Cuma kami masih menunggu petikan resmi,” kata Aldres.
Meski demikian, Ia meminta supaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menjalankan amar putusan MA itu. Ia meminta kliennya dibebaskan.
“Harusnya artinya Ia bebas, karena PK dikabulkan. kami akan bersurat ke KPK, supaya KPK laksanakan dulu salah satu amar putusan yaitu mengeluarkan Lucas berasal dari lapas,” kata Aldres.
di dalam memori PK-nya, Lucas meminta supaya Majelis Hakim PK menyatakan dirinya tak terlibat tindak pidana sebagaimana dakwaan dan juga serta tuntutan jaksa penuntut umum pada KPK. Lucas serta meminta nama bagus dan juga serta harkat martabatnya dipulihkan serta direhabilitasi. Ia serta meminta supaya segera dikeluarkan berasal dari Lapas Kelas I Tangerang.
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan pihaknya masih akan menunggu salinan putusan PK tersebut.
“Kami masih cek dulu,” ungkap Ali.
Lucas sendiri divonis bersalah dan juga serta terbukti merintangi penyidikan terkait kasus yg menjerat Eddy Sindoro. Lucas terbukti menyarankan Eddy supaya tidak menyerahkan diri kepada KPK serta mengubah status WNI dan juga serta paspornya.
Saat itu, Eddy sedang dideportasi berasal dari Malaysia, dengan anaknya Michael Sindoro dan juga serta Chua Chwee Chye alias Jimmy alias Lie. Ketiganya menumpang pesawat AirAsia saat dideportasi berasal dari Malaysia karena Eddy menggunakan paspor palsu.
Pada pengadilan tingkat pertama, Lucas divonis 7 tahun penjara dari Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. Kemudian Lucas mengajukan banding dan juga serta vonisnya dipotong Pengadilan Tinggi DKI menjadi 5 tahun penjara.
Selain memotong hukuman Lucas, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta serta perintahkan penyidik KPK membuka rekening Lucas, di antaranya di Bank Panin, Bank Dana Investor, CIMB Niaga, Bank Jabar Banten, BCA dan juga serta Bank Mandiri.
Merasa tak bersalah, Lucas mengajukan kasasi dan juga serta divonisnya kembali dipotong menjadi 3 tahun dari MA. sampai akhirnya Lucas dan juga serta tim penasihat hukum mengajukan PK dan juga serta dikabulkan kembali dari MA. [gil]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  Hadapi Covid-19, Ketum MUI: Jangan Sampai Hilang Keyakinan!
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video