Home Terbaru Hari ini (29/3), Bareskrim akan periksa Aksa Mahmud di dalam kasus Bosowa...

Hari ini (29/3), Bareskrim akan periksa Aksa Mahmud di dalam kasus Bosowa Corporindo

Populer kabar Video March 29, 2021 6:49 am

Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Herlina Kartika Dewi

IDNpos – JAKARTA. Bareskrim Polri akan memeriksa Aksa Mahmud di dalam kasus yg menjerat PT Bosowa Corporindo terkait dengan pelanggaran Undang Undang Otoritas Jasa Keuangan (UU OJK).

Pemeriksaan direncanakan akan dilakukan pada Hari Senin (29/3) hari ini. Selain Aksa Mahmud, pemeriksaan serta akan menghadirkan Sadikin Aksa yg telah menjadi tersangka sebelumnya.

“Saksi yg belum hadir atas nama AM dan juga serta SA, direncanakan akan dilakukan pemeriksaan pada hari Hari Senin tanggal 29 Maret 2021,” ungkap Direktur Tipideksus Bareskrim Brigjen Pol Helmy Santika saat dihubungi idnpos.com, Hari Minggu (28/3).

Sebelumnya Sadikin serta diperiksa pada Hari Kamis (25/3) lalu. Selain Sadikin, terdapat enam orang lainnya yg serta diperiksa terkait kasus tersebut.

Baca Juga :  Satu tahun pandemi, Jokowi menyebut ada 10 juta pengangguran

“Melaporkan pada hari Hari Kamis 25 Maret 2021 telah dilaksanakan pemeriksaan saksi berasal dari pihak Bosowa,” terang Helmy.

Pada jajaran komisaris yg dipanggil Bareskrim antara yg lain ialah EA selaku Komisaris Utama, RA dan juga serta MA selaku Komisaris. Selain itu terdapat pula AA dan juga serta SM selaku direksi dan juga serta MD selaku legal berasal dari Bosowa Corporindo.

Baca serta: Erwin Aksa jalani 7 jam pemeriksaan di Bareskrim Polri atas kasus Sadikin Aksa

Sebelumnya, OJK menilai Sadikin tidak melaksanakan perintah OJK yg tertuang di dalam Surat Perintah Tertulis OJK No.SR-17/D.03/2020 tanggal 10 Juni 2020 dan juga serta Surat Perintah No. SR-28/D.03/2020 tanggal 9 Juli, terkait pemberian kuasa khusus kepada tim technical assistance dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Baca Juga :  Pelaku Bom Bunuh Diri Sempat Ditahan Petugas Gereja saat Akan Masuk Katedral Makassar

Karena tidak melaksanakan surat perintah tersebut, OJK menetapkan Bosowa tidak lulus sebagaimana pemegang saham pengendali.

Alhasil, Bosowa kehilangan hak suara sekaligus kuorum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 25 Agustus 2020 silam dengan agenda permintaan persetujuan aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement. 

OJK menilai ketidakpatuhan Sadikin Aksa melaksanakan perintah sebagaimana sebuah pelanggaran. Pasal 9 huruf d UU No.21/2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan OJK mempunyai wewenang memberikan perintah tertulis kepada Lembaga Jasa Keuangan dan juga/atau pihak tertentu. 

Pelanggaran terhadap pasal tersebut, akan dikenakan sanksi seperti yg dirumuskan di dalam pasal 54 dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 2 tahun dan juga serta pidana denda paling sedikit Rp 5 miliar, atau pidana penjara paling lama 6 tahun dan juga serta pidana denda paling sangat banyak Rp 15 miliar.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 masih melonjak, rumah sakit rujukan diminta tambah tempat tidur

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yg berkualitas dan juga serta bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yg dapat digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Sumber Referensi & Artikel : K O N T A N
Saksikan video pilihan berikut ini:

#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video