Home Terbaru Eks Teroris Jamaah Islamiyah: Hanya Orang Bodoh Bilang Bom Bunuh Diri Mati...

Eks Teroris Jamaah Islamiyah: Hanya Orang Bodoh Bilang Bom Bunuh Diri Mati Syahid

Berita, Populer, Terbaru March 30, 2021 6:50 pm
IDNpos.com – Mantan kombatan yg menjadi salah satu tokoh pelatihan teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI), Munir alias Abu Rimba, mengatakan cuma orang bodoh yg bilang bom bunuh diri itu mati syahid
“Pemahaman yg ditanamkan kepada saya dulu bahwa kami melawan musuh, kami ingin mati di tangan musuh, apabila mati di tangan musuh katanya syahid. Itu dulu, sekarang bom Makassar, kami enggak terdapat musuh, pasang bom di badan, mati, apakah itu syahid? cuma orang bodoh yg bilang itu syahid,” kata Abu Rimba di dalam keterangan tertulis yg dikutip di Jakarta, Hari Selasa (30/3).
Hal ini menanggapi sepasang suami istri melakukan aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Hari Minggu (28/3) pagi. Bom itu meledak saat umat Kristiani Setelah melakukan ibadah Misa Palma.
Tidak terdapat korban tewas berasal dari pihak Gereja. Sementara kedua bomber itu tewas. Lalu apakah dua sejoli itu mati syahid?
Menurut Abu Rimba, aksi bom bunuh diri di Makassar itu ialah tindakan bom bunuh diri itu konyol. Ia dengan tegas mengatakan cara-cara seperti bom bunuh diri itu salah besar.
Menurut dia, langkah seperti ini cuma ingin mencari perhatian. Apalagi bom bunuh diri dilakukan di tempat ibadah.
“Kalau pendapat saya tindakan begitu jelas salah. Ini maaf saya bilang, masa Rasulullah aja nggak mendzalimi yg bukan beragama Islam, ini malah mau membunuh orang yg tidak bersalah dan juga serta tidak tahu apa-apa. Sepertinya mereka cuma ingin cari perhatian sehingga gereja itu dijadikan sasaran,” tukas Munir. Dikutip Antara.
Ia serta menilai, pelaku bom bunuh diri itu pemahamannya telah jauh berasal dari hakikat agama Islam itu sendiri, yaitu Islam rahmatan lil alamin.
Ia yakin apabila mereka paham dengan Islam rahmatan lil alamin, Ia tahu hukumnya melakukan tindakan bom bunuh diri.
“Dosa besar itu kami membunuh orang yg nggak mendzalimi kami. Kecuali apabila orang itu telah mengganggu kami, telah mendzalimi umat Islam,” kata Abu Rimba.
Abu Rimba mengungkapkan, dulu ia masuk ke jaringan teroris berawal berasal dari niatnya menjadi relawan pergi membela Palestina yg ditindas Israel tahun 2008. saat itu, berasal dari selebaran yg ia dapat, ia tahu FPI butuh relawan untuk ke Palestina. Ia pun ikut tes dan juga serta pelatihan di FPI di Aceh Utara.
Setelah pelatihan fisik di Lhoksuemawe, supaya dapat mengikuti pelatihan sesuai selebaran ia dapat. Singkat kata, ia pun berangkat ke Jakarta untuk bergabung dan juga serta persiapan berangkat ke Palestina. Namun cita-citanya tidak terwujud karena ia gagal berangkat.
Abu Rimba mesti membayar mahal keterlibatannya di dalam kelompok pelatihan teroris di Jalin Jantho tersebut. Ia pun mesti mendekam di penjara selama tujuh tahun untuk membayar kesalahannya tersebut. Ia pun tidak ingin kembali ke masa lalunya dan juga serta ingin mengisi masa depannya dengan hal-hal yg bermanfaat.
Ia serta menyarankan kepada semua pihak, terutama generas muda, supaya selalu waspada dengan penyebaran paham kelompok-kelompok teroris.
“Hati-hati jangan sama sekali bersentuhan dengan mereka. serta membuat kawan-kawan yg pemahamannya tidak radikal lagi, supaya sama-sama ikut menjaga dan juga serta mengantisipasi, penyebaran ideologi radikal ini,” ungkapnya. [gil]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  Hujan Deras, BPBD DKI Jakarta Keluarkan Peringatan Dini Waspada Banjir
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video