Home Terbaru Ekonomi AS pulih lebih cepat, ekonom: Bisa menjadi peluang peningkatan ekspor Indonesia

Ekonomi AS pulih lebih cepat, ekonom: Bisa menjadi peluang peningkatan ekspor Indonesia

Populer kabar Video March 29, 2021 9:48 am

Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

IDNpos – JAKARTA. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman melihat, pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) yg lebih cepat dapat menjadi peluang untuk meningkatkan ekspor Indonesia. 

Apalagi, AS ialah negara tujuan ekspor utama Indonesia kedua terbesar setelah China, dengan pangsa ekspor non minyak dan juga serta gas (non migas) di kisaran 12% sampai 13% berasal dari total ekspor. 

Tak cuma dapat mendongkrak nilai ekspor ke depan, ini serta akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik untuk dapat tumbuh lebih tinggi lagi. 

Baca Juga :  Progres Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Terendah di Jateng

“Hitungan kami menunjukkan, bahwa setiap kenaikan 1% berasal dari pertumbuhan ekonomi AS, akan menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 0,07%,” ungkap Faisal kepada idnpos.com, Hari Minggu (28/3). 

Namun, Faisal mengingatkan masih akan terdapat risiko bagi Indonesia ke depan. Meski memang ekspor ke AS nantinya dapat gemilang, tapi terdapat ancaman berasal dari prospek ekspor Indonesia ke Uni Eropa. 

Baca serta: Prospek ekonomi AS gemilang, BI: Kesempatan emas bagi ekspor Indonesia

Hal ini disebabkan dari Eropa mulai kembali memberlakukan lockdown karena kasus harian Corona yg masih tinggi. Padahal, ekspor non migas ke Uni eropa memegang pangsa sekitar 7% sampai 8% berasal dari total ekspor. 

Baca Juga :  Larangan mudik lebaran, Doni Monardo: Jangan ada yang keberatan agar tidak menyesal

Risiko yg lain datang berasal dari kondisi market keuangan. Dengan pemulihan ekonomi AS yg akan menaikkan inflasi di AS dapat menaikkan yield US Treasury yg berdampak pada naiknya yield Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia. 

Hal ini serta dapat memicu arus modal asing keluar berasal dari Indonesia sehingga dampak positif berasal dari ekspor ke AS yg naik dapat terhambat. 

“dan juga jika inflasi yg naik serta dibarengi dengan turun cepatnya tingkat pengangguran di AS, maka akan terdapat risiko tapering tantrum yg lebih cepat pula,” tambah Faisal. 

Baca Juga :  Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Sepeda Motor di Bondowoso

Ke depan, Faisal memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini akan berada di kisaran 4,43%. Ini akan ditopang dari konsumsi masyarakat dan juga serta belanja pemerintah. 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yg berkualitas dan juga serta bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yg dapat digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Sumber Referensi & Artikel : K O N T A N
Saksikan video pilihan berikut ini:

#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video