Home Terbaru Ditjen Pajak akan menambah 18 KPP madya untuk mengejar wajib pajak potensial

Ditjen Pajak akan menambah 18 KPP madya untuk mengejar wajib pajak potensial

Populer kabar Video March 29, 2021 12:48 pm

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Handoyo .

IDNpos – JAKARTA. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menambah 18 kantor pelayanan pajak (KPP) Madya yg direncanakan mulai beroperasi pada Mei 2021. Tujuannya untuk menggali potensi pajak berasal dari para wajib pajak potensial.  

Secara rinci, lima belas KPP Madya akan berada di pulau jawa dengan penyebaran di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jawa Barat, dan juga serta Banten di Tanggerang. Selanjutnya, di Jawa Tengah meliputi Solo dan juga serta Semarang, Jawa Timur di Surabaya, Sidoarjo, dan juga serta Malang, dan juga serta di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sementara itu, tiga KPP Madya baru lainnya berada di Banjarmasin, Bengkulu-Lampung, dan juga serta Medan. 

Baca Juga :  Lirik Lagu Memandangmu - Feat Ikke Nurjanah dan Aldi

Adapun saat itu telah terdapat 20 KPP Madya, sehingga dengan nantinya total terdapat 38 KPP Madya. Selain itu, jumlah seksi pengawasan serta di tambah berasal dari sebelumnya 60 menjadi 228 orang. Berdasarkan info yg dihimpun KONTAN tersebut menyebutkan,melalui penambahan 18 KPP Madya, secara pararel otoritas pajak akan melakukan penataan ulang wajib pajak terdaftar. 

Cara kerja KPP Madya dengan dengan KPP lainnya dan juga serta kantor wilayah (Kanwil) Pajak, akan melakukan pengawasan penerimaan dengan dua cara. Pertama, pengawasan pembayaran masa (PPM) dengan memantau dan juga serta meneliti pembayaran pajak per masa. 

Kemudian menganalisis prilaku pembayaran wajib pajak terhadap aktivitas sektor usaha yg dikaitkan dengan recovery sektoral dan juga serta kemampuan membayar. Tidak terkecuali, pengawasan atas pemanfaatan insentif perpajakan yg telah digelontorkan dari pemerintah.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Berikan Give Away Rumah dan Motor Bagi Pahlawan Covid-19, Ini Donaturnya

Baca serta: Ditjen Pajak telah tentukan daftar sasaran sektor usaha sampai 2024

Kedua, pengawasan kepatuhan material (PKM) dengan metode meningkatkan produktifitas dan juga serta success rate atas penerbitan Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan juga/atau Keterangan (SP2DK) yg bersumber berasal dari tindak lanjut 2020. Selain itu menerbitkan SP2DK baru di 2021.

Hingga kabar ini ditayangkan, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan juga serta Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kemenkeu Neilmaldrin Noor tidak memberikan jawaban. Namun sebelumnya, Sekretaris Ditjen Pajak Kemenkeu Peni Hirjanto menyampaikan alasan pemerintah memetakan penyebaran KPP Madya baru karena kontributor penerimaan pajak terbesar berada di Jawa khususnya di Provinsi DKI Jakarta. 

Kata Peni, dengan adanya KPP Madya baru diharapkan mampu mengamankan 80%-85% penerimaan pada tiap-tiap Kanwil. di dalam alur kerjanya, setiap KPP Madya diusulkan untuk mangampu 1.500 wajib pajak terbesar pada Kanwil KPP Madya tersebut. 

Baca Juga :  Penghentikan Kasus BLBI Disebut Sudah Tepat, Ini Penjelasannya

“Terhadap Kanwil yg potensinya besar, dimungkinkan untuk dibentuk 2 KPP Madya yg terdiri berasal dari KPP Madya Baru di samping KPP Madya yg telah dibentuk sebelumnya,” kata Peni di dalam konferensi pers Ditjen Pajak dengan media massa, beberapa waktu lalu.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yg berkualitas dan juga serta bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yg dapat digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Sumber Referensi & Artikel : K O N T A N
Saksikan video pilihan berikut ini:

#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video