Home Terbaru Demokrat Sumsel Pecat 13 Kader Ikut KLB, Mayoritas Caleg Gagal

Demokrat Sumsel Pecat 13 Kader Ikut KLB, Mayoritas Caleg Gagal

Berita, Populer, Terbaru March 30, 2021 9:49 pm
IDNpos.com – Sebanyak 13 kader Partai Demokrat Sumatera Selatan dipecat karena mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Selatan. Mayoritas kader tersebut ialah calon legislatif (caleg) gagal pada pemilihan legislatif 2019.
Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumsel MF Ridho mengungkapkan, ke-13 kader itu dipecat dari DPP langsung setelah melalui sangat banyak pertimbangan. Pemecatan dinilai telah pantas dilakukan sebagaimana sanksi tegas bagi mereka.
“Ya, terdapat 13 kader yg dipecat, terdapat yg duduk di kepengurusan partai dan juga serta cuma kader biasa,” ungkap Ridho, Hari Selasa (30/3).
Menurut dia, pemecatan tidak serta merta dilakukan cuma karena mengikuti KLB, melainkan dianggap tidak setia dengan partai dan juga serta mengingkari perjanjian yg dibuat sebelum KLB digelar. Ridho menganggap ke-13 kader itu telah siap menerima risiko atas perbuatannya.
“Sebelum KLB itu kan terdapat perjanjian dengan seluruh kader, tandatangan di atas materai, dan juga serta konsolidasi supaya tidak ikut KLB, tapi nyatanya mereka masih ikut serta. Artinya mereka telah tahu sanksinya,” kata dia.
Ke-13 kader yg dipecat ialah GF (mantan Pimpinan DPC Demokrat Pagaralam), AI (mantan Pimpinan DPC Demokrat Ogan Ilir), HI (mantan Pimpinan DPC Demokrat Musi Banyuasin), AHA (mantan Sekretaris DPC Demokrat Banyuasin), GM (mantan Pimpinan DPC Demokrat OKU Timur), SH (Ketua Bakomstra DPC Demokrat OKU Timur), PH (kader DPC Demokrat OKU), SRU (anggota BPOKKC DPC Demokrat PALI), AH (mantan Pimpinan DPC Demokrat Musi Rawas), IY (mantan Plt. Pimpinan DPC Demokrat Mura), TY (mantan pengurus DPC Demokrat Muratara), RD (mantan Pimpinan PAC Demokrat Kecamatan Ilir Timur II Palembang), dan juga serta AR (mantan Wakil Pimpinan DPC Demokrat PALI).
“Mereka rata-rata caleg gagal yg ikut saat Pileg 2019,” terangnya.
Dia menilai, kebanyakan berasal dari mereka tidak memiliki hak suara. Mereka diajak hadir di KLB dengan alasan mewakili DPC masing-masing untuk memenuhi kuota.
“Ya, jelas cuma untuk memenuhi kuota saja bagaimanapun tidak memiliki hak suara. Lagi pula tidak mungkin mereka mau berangkat apabila tidak terdapat yg bayar,” kata dia.
Sejauh ini, kader Demokrat di Sumsel tetap solid dan juga serta tegak lurus dengan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono. Dirinya serta menyayangkan sikap Marzuki Alie dan juga serta Syofwatillah Mohzaib sebagaimana putra terbaik Sumsel yg ikut menjadi contoh buruk di dalam berdemokrasi.
“Mereka ialah begal politik yg merampas demokrasi. Biarkan publik yg memberikan sanksi sosial bagi mereka,” pungkasnya. [fik]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  Bocah Penghafal Al Quran: Aku Ingin Bareng di Surga Bersama Keluarga
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video