Home Terbaru Cegah Penularan Corona, BNPB Tak Bangun Huntara di Pengungsian Bencana NTT

Cegah Penularan Corona, BNPB Tak Bangun Huntara di Pengungsian Bencana NTT

Berita, Populer, Terbaru April 7, 2021 9:47 pm
IDNpos.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan pemerintah tidak membangun hunian sementara atau huntara di tempat pengungsian bencana dampak siklon tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini bertujuan mencegah risiko penularan Corona.
“BNPB atau pemerintah pusat tidak membangun huntara atau hunian sementara,” kata Doni di dalam konferensi pers, Hari Rabu (7/4).
Pemerintah mendorong masyarakat terdampak bencana di NTT untuk menyewa rumah keluarga atau saudara terdekat. Biaya sewa rumah nantinya akan ditanggung pemerintah yaitu sebesar Rp 500 ribu setiap bulan.
“Ini semata-mata untuk proses masyarakat tidak berada di huntara, tetapi dapat menyewa rumah keluarga atau saudara terdekat, sehingga risiko terpapar Corona dapat kami kurangi,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah pusat belum menyalurkan bantuan Rp 500 ribu bagi setiap keluarga terdampak bencana. Penyaluran bantuan baru dilakukan setelah Pemerintah Provinsi NTT mengajukan usulan permohonan dana ke pemerintah pusat.
“Kami meminta para pimpinan daerah untuk mempercepat usulan kepada pemerintah pusat atau BNPB supaya BNPB dapat menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 500 ribu per keluarga untuk setiap bulannya,” ucap dia.
Pemerintah pusat serta mendistribusikan puluhan ribu kit swab antigen untuk mendeteksi Corona di daerah terdampak bencana di NTT. Penggunaan swab antigen diharapkan diprioritaskan untuk para pengungsi.
“Kami serahkan kepada pemerintah provinsi pendistribusiannya, sehingga pemerataannya dapat berjalan lebih baik,” tandasnya.
Bencana alam berupa angin kencang, banjir sampai tanah longsor terjadi di NTT sejak Hari Minggu (4/4). Bencana ini merupakan dampak siklon tropis Seroja. Siklon tropis ini mulai terdeteksi di Laut Sawu, NTT, pada 2 April 2020.
Bencana alam tersebut mengakibatkan 138 orang meninggal dan juga serta 61 hilang. Sebanyak 14 kabupaten dan juga serta kota terdampak, yakni: Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Alor, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Ende, Sumba Barat, Belu, Timor Tengah Utara, dan juga serta Kota Kupang. [yan]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  Kios di Pasar Klewer Tutup Dukung Gerakan Jateng di Rumah Saja
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video