Home Terbaru Cara Anies Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Ramadhan

Cara Anies Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Ramadhan

Berita Populer Terkini April 8, 2021 9:48 pm

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin High Level Meeting Tim Penanganan Inflasi Daerah (TPID) dengan jajaran Pemprov DKI Jakarta serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), di Ruang Pola, Balai Kota. di dalam Forum tersebut serta membahas kesiapan stok pangan di Ibu Kota jelang Ramadhan 1442 Hijriah.

“kami akan antisipasi (inflasi) jelang Ramadhan, di mana berasal dari tahun ke tahun kami menemukan situasi yg hampir sama. kami mesti siapkan supaya masyarakat mendapatkan kepastian, khususnya pasokan kebutuhan pokok berjalan lancar, sehingga demand (permintaan) terjaga dan juga serta harga stabil, serta terjangkau,” ungkap Anies, Rabu 7 April 2021.

Usai melihat dan juga serta mendengarkan paparan berasal dari para jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta BUMD pangan, Gubernur Anies memastikan bahwa pasokan jelang Ramadhan aman. Apabila pasokan bahan pokok aman, maka demand akan terjaga bahkan meningkat, sehingga akan menggerakkan perekonomian.

Baca Juga :  PPKM di Jatim Efektif, Angka Penularan Covid-19 Turun Jadi 0,79

“Dari paparan Bapak/Ibu, secara kesiapan kami siap dan juga serta stoknya aman. penting kami garisbawahi ialah menggerakkan perekonomian dengan menjaga demand berasal dari konsumsi rumah tangga. Bila konsumsi rumah tangga bergerak, maka akan berdampak besar pada rute menuju recovery berasal dari pandemi,” tuturnya..

Berdasarkan data berasal dari TPID, inflasi di Provinsi DKI Jakarta relatif terjaga dan juga serta lebih rendah dibandingkan periode yg sama tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Jokowi sebut logistik untuk korban bencana di NTT mencukupi

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Onny Widjanarko, mengatakan, inflasi Jakarta sebesar 0,06 % (mtm) atau sebesar 1,11% (yoy) pada Maret 2021. Secara kumulatif, inflasi Jakarta sampai dengan Maret 2021 tercatat sebesar 0,38% (ytd) lebih rendah berasal dari periode yg sama tahun 2020 yaitu 0,85% (ytd).

“Perbaikan ekonomi DKI Jakarta diperkirakan masih berlanjut pada triwulan I 2021. Beberapa indikator perekonomian menunjukkan perbaikan, di antaranya peningkatan penjualan online serta otomotif, kenaikan impor barang konsumsi, serta membaiknya indeks keyakinan konsumen dan juga serta job vacancy,” jelas Onny.

Baca serta : Kebakaran Tanah Abang Diduga Karena Korsleting, Kerugian Capai Rp 1 Miliar

Sementara itu, berasal dari sisi pengendalian inflasi pangan, TPID Provinsi DKI Jakarta terus memantau perkembangan harga dan juga serta kecukupan pasokan untuk menjaga kestabilan harga pangan di Ibu Kota di tengah pandemi Corona.

Baca Juga :  Nurhadi Pukul Sipir Rutan, ICW Desak KPK Laporkan ke Polisi

Untuk mendorong efektivitas dan juga serta optimalisasi pengendalian harga serta menjaga kecukupan pasokan, BUMD pangan di dalam memperluas kerja sama perdagangan antarwilayah menjadi model bisnis utama TPID Provinsi DKI Jakarta.

Ke depan, TPID Provinsi DKI Jakarta akan terus berkomitmen dan juga serta konsisten menempuh langkah dan juga serta kebijakan konkret di dalam menjalankan strategi pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan juga serta Komunikasi Efektif.

(aky)

Sumber Referensi & Artikel : O K E Z O N E
Saksikan video pilihan berikut ini: