Home Terbaru BMKG: Kebakaran Kilang Pertamina Balongan Tak Dipengaruhi Petir

BMKG: Kebakaran Kilang Pertamina Balongan Tak Dipengaruhi Petir

Berita, Populer, Terbaru March 30, 2021 6:47 am
IDNpos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan juga serta Geofisika (BMKG) mengemukakan peristiwa kebakaran yg melanda Kilang Minyak Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Hari Senin dini hari, tidak dipengaruhi sambaran petir.
“Berdasarkan alat monitoring ‘lightining detector’ yg berlokasi di BMKG Jakarta dan juga serta BMKG Bandung berasal dari Jam 00.00 sampai Jam 02.00 WIB, bahwa tidak terdeteksi adanya aktivitas sambaran petir di wilayah kilang minyak Balongan, Indramayu,” kata Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan juga serta Tanda Waktu, Rahmat Triyono, melalui siaran pers yg diterima di Jakarta, Hari Senin (29/3) malam.
Ia mengatakan kebakaran di kilang minyak Balongan milik Pertamina di Indramayu sekitar Jam 00.45 WIB, telah ditindaklanjuti BMKG dengan melakukan analisa terhadap kejadian sambaran petir di sekitar tempat kejadian.
BMKG melaksanakan monitoring aktivitas sambaran petir di seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan alat pendeteksi petir di 56 lokasi.
“Monitoring dilakukan menggunakan alat ‘lightning detector’ dengan resolusi alat monitoring BMKG efektif pada radius 300 kilometer,” katanya.
Alat monitoring ini terpasang di 11 stasiun BMKG dan juga serta di Pulau Jawa untuk memantau aktivitas petir berasal dari Banten sampai Jawa Timur.
Berdasarkan hasil monitoring alat kelistrikan udara, kata Rahmat, bahwa pada saat kejadian kebakaran sekitar Jam 00.00- 02.00 WIB, menunjukkan kerapatan petir berkumpul pada bagian barat kilang minyak Balongan sejauh kurang lebih 77 kilometer, yaitu di sekitar Subang dengan klasifikasi tingkat kerapatan petir sedang sampai tinggi.
Petir ialah kilatan listrik di udara yg disertai bunyi gemuruh karena bertemunya awan yg bermuatan listrik positif dan juga serta negatif.
“Petir mempunyai tiga tipe, yaitu berasal dari awan ke awan, di di dalam awan dan juga serta berasal dari awan ke bumi. Petir yg paling berbahaya bagi kehidupan di bumi ialah berasal dari awan ke bumi,” demikian Rahmat Triyono. [gil]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  Ini kata ekonom LPEM FEB UI soal dampak pemulihan ekonomi AS terhadap ekspor RI
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video