Home Terbaru Bank Banten Makin Merugi, Ichsanuddin Noorsy Diperiksa Polisi

Bank Banten Makin Merugi, Ichsanuddin Noorsy Diperiksa Polisi

Berita Populer Terkini April 9, 2021 6:48 am

JAKARTA – Pengamat Politik Ekonomi Ichsanuddin Noorsy hadir memenuhi panggilan Bareskrim  Polri setelah sebelumnya Hari Jumat (2/4/2021) berhalangan hadir. Hal tersebut disampaikan analis politik dan juga serta ekonomi yg terkenal vokal dan juga serta tajam mengamati kebijakan pemerintah.

“Ya, saya datang Hari Kamis (08/04/2021), Jam 10.00 WIB untuk menjalani wawancara klarifikasi di Bareskrim Polri Unit Siber. Pemeriksaan dimulai sekitar Jam 10.30 dan juga serta berakhir Jam 14.45,” tuturnya, kemarin. 

Jika ditilik berasal dari surat pemanggilan dirinya berasal dari Bareskrim yg diterimanya pekan lalu, Ichsanuddin mengakui masih bersifat wawancara klarifikasi biasa. Setelah diperiksa, ia baru tahu jika dipanggil sebagaimana saksi berdasarkan laporan Awal Syarifudin, yg dekat dengan Gubernur Banten Wahidin Halim dengan surat laporan polisi no. LP/B/0352/VII/2020/ Bareskrim tertanggal 1 Juli 2020 atas kasus pencemaran nama bagus melalui Software Aplikasi Whatsapp. Polisi tidak menjelaskan kenapa setelah beberapa peristiwa yg terkait ini telah terjadi, pemeriksaan baru dilakukan.

Baca Juga :  Wartawan di Surabaya Demo Desak Pengusutan Kasus Penganiayaan terhadap Jurnalis Tempo

Lebih lanjut, pengamat politik dan juga serta ekonomi yg kerap dikenal berseberangan dengan kebijakan pemerintah tersebut mengatakan, seharusnya laporan pencemaran nama bagus yg dilancarkan pihak Gubernur Wahidin Halim mempertimbangkan dampak pada kinerja Bank Banten dan juga serta Karena lainnya.

“Mereka seharusnya tahu soal dampaknya yg akan merugikan dirinya sendiri. Kasus Bank Banten yg awalnya bersifat lokal, justru akan meluas dan juga serta akan terbuka secara nasional,” ucapnya dengan tegas.

Kasus yg ia maksudkan sendiri ialah kondisi Bank Banten yg telah divonis sebagaimana bank tidak sehat dengan status Bank di dalam Pengawasan (BDPK) yg ditetapkan dari OJK menyusul pemindahan RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) ke Bank Jabar Banten (BJB) yg merupakan bank milik Pemprov Jawa Barat. Bahkan OJK memberikan status Bank Banten di dalam pengawasan intensif. Status bank ini memperjelas kenapa bank yg berasal berasal dari Bank Pundi ini makin membesar kerugiannya sejak 2017 sampai 2020. Pada 2017 bank yg awalnya diharapkan mampu mningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten menderita kerugian Rp76,28 milyar. Lalu pada tahun buku 2020 Bank Banten –yg baru mengganti sebagian Direksinya pada awal Maret 2021– malah merugi sampai Rp308,15 miliar.

Baca Juga :  Siklon Tropis Oddete Terdeteksi di Indonesia, Apa Dampaknya?

Sebagai ahli perbankan, ia menilai keterpurukan bank plat merah milik Pemprov Banten ini merupakan bukti atas sikap kehati-hatian Pemprov yg tidak proporsional dan juga serta tidak peka di dalam melakukan penyehatan Bank Banten sehingga terus merugi. Kerugian ini diprediksi terus bertambah jika Pemprov Banten dan juga serta Direksi yg baru terpilih tidak melakukan usaha penyelamatan secara serius. Terdengar santer, Bank Banten akan memohon bantuan berasal dari BRI. Namun belum diketahui bagaimana respons BRI.

Baca Juga :  Kudeta Militer Myanmar, Dosen dan Mahasiswa Gelar Demonstrasi

Baca serta : Ekonom Ichsanuddin Noorsy Diperiksa Bareskrim soal Pencemaran Nama bagus Kasus Bank Banten

saat dilantik sebagaimana Gubernur Banten 2017, bank telah di dalam kondisi merugi. Seharusnya sebagaimana PSPT pasti tahu kerugian itu. Bahkan tahun 2018 kerugiannya telah mencapai Rp134 miliar dan juga serta angkanya terus meningkat. Kan setelah dilantik memang diam saja gitu, terus terima saja penjelasan Direksi? di dalam pengetahuan dan juga serta pengalaman saya di bank, kondisi bank yg terus merugi sebenarnya sama dengan memberi pesan kepada publik dan juga serta PSPT bahwa Bank Banten mesti diaudit dengan tujuan tertentu (audit investigasi),” ungkapnya. Ia menegaskan, cut off mesti dilakukan dan juga serta penambahan modal tidak dapat ditawar-tawar.

Sumber Referensi & Artikel : O K E Z O N E
Saksikan video pilihan berikut ini: