Home Terbaru Akses Perguruan Tinggi Makin Merata usai Anggaran KIP Kuliah Merdeka Ditambah

Akses Perguruan Tinggi Makin Merata usai Anggaran KIP Kuliah Merdeka Ditambah

Berita, Populer, Terbaru March 30, 2021 9:47 am
IDNpos.com – Kementerian Pendidikan dan juga serta Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Merdeka Belajar Episode Kesembilan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka untuk mewujudkan visi Presiden Joko Widodo terkait Sumber Daya Manusia (SDM) unggul Indonesia. Beasiswa yg diberikan melalui KIP Kuliah bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat tidak mampu pada pendidikan tinggi yg lebih merata dan juga serta berkualitas.
“Ini menjadi kebijakan yg akan mewujudkan bukan cuma keadilan sosial. Namun, mobilitas sosial yg lebih tinggi sehingga anak yg berprestasi tapi kurang mampu dapat mencapai mimpi setinggi-tingginya,” kata Menteri Pendidikan dan juga serta Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim di dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode Kesembilan ‘KIP Kuliah Merdeka’ secara virtual pada Jumat, 26 Maret 2021 kemarin.
KIP Kuliah Merdeka sebagaimana wujud komitmen Kemendikbud di dalam memberikan akses pendidikan tinggi yg merata, berkualitas, dan juga serta berkesinambungan. usaha itu dilakukan dengan meningkatkan besaran bantuan biaya pendidikan atau uang kuliah dan juga serta biaya hidup yg jauh lebih tinggi berasal dari sebelumnya.
“Dengan demikian, kami berharap KIP Kuliah semakin memerdekakan calon mahasiswa untuk meraih mimpinya,” tutur Mendikbud.
Kemendikbud mengubah skema KIP Kuliah dengan memberikan bantuan biaya pendidikan (uang kuliah) dan juga serta biaya hidup yg jauh lebih tinggi. Perubahan ini berlaku untuk mahasiswa baru yg menerima KIP Kuliah pada 2021.
Anggaran yg dialokasikan untuk KIP Kuliah meningkat signifikan berasal dari Rp1,3 triliun pada 2020, menjadi Rp 2,5 triliun di tahun ini.
KIP Kuliah akan diberikan kepada 200 ribu mahasiswa baru pada perguruan tinggi negeri (PTN) dan juga serta perguruan tinggi swasta (PTS) di bawah naungan Kemendikbud. Adapun biaya pendidikan akan disesuaikan dengan prodi masing-masing.
“Untuk prodi berakreditasi A, mahasiswa penerima KIP Kuliah Merdeka ini akan dapat mendapatkan maksimal Rp12 juta. Kemudian, prodi berakreditasi B dapat mendapatkan maksimal Rp4 juta. dan juga serta prodi berakreditasi C dapat mendapatkan maksimal Rp2,4 juta,” terang Mendikbud.
Kesempatan membuat generasi muda
Berbeda dengan skema pada tahun sebelumnya, kini biaya hidup bagi penerima KIP Kuliah Tahun 2021 disesuaikan dengan indeks harga daerah. Indeks ini disesuaikan dengan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susesnas) tahun 2019.
“Besaran biaya hidup yg diterima mahasisa pemegang KIP Kuliah Merdeka ini dibagi ke di dalam lima klaster daerah. Klaster pertama sebesar Rp800.000, klaster kedua sebesar Rp950.000, klaster ketiga sebesar Rp1,1 juta. Sedangkan untuk klaster keempat sebesar Rp1.250.000, dan juga serta klaster kelima sebesar Rp1,4 juta,” jelas Mendikbud.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan juga serta Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyatakan bahwa program KIP yg diluncurkan sejak 2014 telah menunjukkan capaian yg sangat positif dengan ditandai meningkatnya rata-rata lama sekolah.
Melalui KIP Kuliah ini, pemerintah lebih membuka sangat banyak kesempatan bagi generasi muda yg berlatar belakang ekonomi lemah untuk mengubah nasib sekaligus memotong rantai kemiskinan.
“Kami menyambut bagus percepatan yg dilakukan Kemendikbud terhadap KIP Kuliah ini di dalam hal peningkatan UKT serta biaya hidup. Saya mengajak siswa SMK dan juga serta SMA tidak mampu tapi berprestasi akademik supaya tidak ragu mendaftar KIP kuliah. Wujudkan mimpimu dengan pendidikan yg lebih baik,” tutur Menko PMK.
Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda mengatakan bahwa legislatif mengapresiasi inisiatif bagus Kemendikbud di dalam memberikan akses seluas-luasnya bagi seluruh anak muda di Indonesia untuk menempuh pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Melalui KIP Kuliah kami ingin anak-anak muda di berbagai pelosok Indonesia terus dapat meraih prestasi sebaik-baiknya dan juga serta dapat menggenggam masa depan untuk Indonesia yg lebih bagus dan juga serta bermartabat demi membangun peradaban yg sehebat-hebatnya di masa depan,” ujarnya melalui video.
Sambutan hangat Gubernur Jabar
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil antusias dengan program KIP yg berkelanjutan berasal dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.
“Ini mendorong anak-anak SD, SMP, SMA, supaya tidak penting khawatir, apabila Anda merasa tidak mampu secara ekonomi, pemerintah telah menyiapkan instrumen beasiswa, yg memudahkan melalui KIP Kuliah,” ucapnya.
Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Sunarso menyatakan dukungannya terhadap penyaluran Kartu KIP Kuliah Merdeka. Himbara sebagaimana penyalur memastikan pencairan KIP Kuliah Merdeka dapat dilayani di seluruh unit kerja Himbara.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan inovasi di dalam layanan keuangan yg terbaik dan juga serta menjadi one stop financial service di dalam rangka mengembangkan KIP Kuliah Merdeka menjadi lebih bagus lagi,” jelas Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini.
Pendaftaran KIP Kuliah Merdeka
Mendikbud mengajak siswa berprestasi berasal dari keluarga kurang mampu untuk memanfaatkan KIP Kuliah Merdeka yg disediakan pemerintah. terdapat beberapa kesempatan untuk mendaftarkan diri sebagaimana penerima KIP Kuliah Merdeka, di antaranya melalui jalur seleksi UTBK-SBMPTN.
Sementara itu bagi siswa kurang mampu yg tidak lolos SNMPTN dan juga serta SBMPTN masih dapat mendaftar KIP Kuliah melalui jalur seleksi mandiri PTN yaitu pada bulan Agustus – Oktober 2021, tergantung jadwal seleksi mandiri di setiap PTN.
Ataupun, dapat melalui seleksi masuk PTS, kapan saja sampai masa pendaftaran PTS selesai.
“Informasi dan juga serta pendaftaran KIP Kuliah bagi calon mahasiswa baru 2021 dapat ditemukan pada kip-kuliah.kemdikbud.go.id,” ungkap Nadiem.
Kepada para pimpinan perguruan tinggi, Mendikbud mengimbau supaya perguruan tinggi memperbanyak sosialisasi kepada siswa-siswa kurang mampu supaya mereka mau dan juga serta berani mendaftar pada perguruan tinggi dan juga serta program studi unggulan di universitas terbaik.
“Mulailah menerima mahasiswa kurang mampu dan juga serta bukalah semua program studi sebesar-besarnya bagi penerima KIP Kuliah. Karena batas biaya pendidikan tidak menjadi masalah lagi,” imbau Mendikbud.
Menyambut arahan itu, Rektor Universitas Hasanudin, Dwia Aries Tina Pulubuhu, mengatakan pihaknya sangat mendukung supaya program ini berjalan dengan sukses.
Salah satunya ialah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yg berada di wilayah selatan Sulawesi.
“Kami serta melakukan pendampingan bagi calon peserta yg memerlukan bantuan berupa penyiapan kelengkapan administrasi sehingga kuota program ini memenuhi target,” dituturkan Dwia.
Pelaksana tugas (plt) Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na’im optimis calon mahasiswa baru tahun akademik 2021/2020 yg berasal berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi akan lebih percaya diri di dalam memilih prodi-prodi unggulan di berbagai kampus terbaik, termasuk PTN berbadan hukum (PTN-BH).
“Kami yakin (program ini) akan membuat mahasiswa lebih berani lagi, atau tidak lagi kekhawatiran biaya kuliah yg lebih tinggi daripada biaya kuliah yg disediakan di program KIP Kuliah,” ucapnya.
“menjadi, karena KIP Kuliah ini telah menyediakan dana untuk membayar uang kuliah yg lebih besar, yaitu maksimal 12 juta. Maka, mahasiswa tidak penting khawatir lagi tentang prodi-prodi yg akan dipilih. Bahkan Universitas yg akan menjadi tujuannya termasuk di daerah mana, biaya hidup serta telah kami sesuaikan, sesuai dengan tingkat kemahalan daerah,” tambah Ainun.
Wakil Pimpinan Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian meyakini bahwa program KIP Kuliah sangat strategis untuk meningkatkan aksesibilitas dan juga serta kesetaraan pada pendidikan tinggi.
KIP Kuliah menjadi instrumen untuk mencapai dan juga serta mewujudkan cita-cita generasi muda bangsa. dari karena itu, ia sangat mendukung adanya penyesuaian skema pembiayaan KIP Kuliah.
Menurutnya, kebijakan ini sangat bagus dan juga serta relevan kondisi keragaman di negara Indonesia.
“Sekarang, setiap anak dapat memperluas kesempatannya untuk belajar apa yg ia dambakan dan juga serta mudah-mudahan mereka dapat fokus kuliahnya,” harap Hetifah. [ded]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  Gubernur Anies Ingatkan Waspada Klaster Keluarga di DKI, Porsinya 41 Persen
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video