Home Terbaru Ada aturan perjalanan di dalam negeri terbaru, ini kata pengamat

Ada aturan perjalanan di dalam negeri terbaru, ini kata pengamat

Populer kabar Video March 30, 2021 9:50 pm

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

IDNpos –  JAKARTA. Pemerintah telah mengeluarkan aturan baru perjalanan orang di dalam negeri yg akan berlaku mulai 1 April mendatang. Beleid ini tertuang di dalam SE Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang di dalam Negeri di dalam Masa Pandemi Corona.

di dalam aturan baru ini, pelaku perjalanan di dalam negeri bagus transportasi udara, darat, laut, penyeberangan laut sampai perjalanan kereta api wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil negatif rapid antigen. 

Namun, terdapat poin tambahan sebagaimana pembaharuan berasal dari SE Gugus Tugas sebelumnya yaitu pemberlakuan tes GeNose C19 bagi calon penumpang sebelum keberangkatan sebagaimana persyaratan perjalanan.

Baca Juga :  Tegas ke Pelanggar Prokes, Petugas Keamanan BRI Dapat Penghargaan dari Polri

Menanggapi hal ini. Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (INSTRAN) Deddy Herlambang menilai bahwa adanya aturan ini tidak akan mengurangi jumlah perjalanan orang.

Baca serta: Screening dengan GeNose dinilai akan permudah perjalanan

“[Pemberlakuan GeNose] malah tidak mengurangi perjalanan karena GeNose murah, simple test, tidak sakit dan juga serta untuk memperoleh hasil tes sangat cepat,” ungkap Deddy kepada Kontan, Hari Selasa (30/3).

Dia serta mengatakan, adanya pemberlakuan GeNose ini pun akan mempermudah bisnis transportasi tersebut.

Melihat sangat banyak info yg mengatakan bahwa hasil berasal dari GeNose ini memiliki akurasi yg sama seperti rapid antigen, Deddy berpendapat bahwa sebaran Corona dapat diminimalisasi di angkutan umum dan juga serta dirasa lebih bagus daripada penggunaan test antibodi.

Baca Juga :  Pemerintah akan menebar insentif perpajakan ke sektor properti, ini bocorannya

Meski telah terdapat aturan perjalanan di dalam negeri ini, Deddy pun mengingatkan bahwa yg sukar untuk dipantau ialah masyarakat yg melakukan perjalanan/mudik menggunakan kendaraan pribadi karena tidak terdapat syarat protokol kesehatan dan juga serta tidak terdapat kewajiban test PCR atau rapid antigen.

“Ya percuma adanya protokol kesehatan di angkutan umum massal tetapi di angkutan pribadi tidak terdapat protokol kesehatan,” ungkap Deddy.

di dalam aturan ini disebutkan bahwa pelaku perjalanan transportasi darat pribadi dihimbau untuk melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yg sampelnya diambil di dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif tes GeNOse C19 di rest area sebagaimana persyaratan melanjutkan perjalanan dan juga serta akan dilakukan tes acak apabila diperlukan.

Baca Juga :  Keluarkan Gemuruh Keras, Cahaya Api Terlihat di Gunung Raung

Namun, Deddy menilai himbauan ini bukanlah aturan karena tidak adanya sanksi yg diberikan. Karena itu, Ia meminta supaya pengawasan diperketat dan juga serta sanksi diberikan seperti pelaksanaan PSBB tahun lalu.

Baca serta: GeNose akan menjadi opsi screening pelaku perjalanan selama pandemi Corona

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yg berkualitas dan juga serta bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yg dapat digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Sumber Referensi & Artikel : K O N T A N
Saksikan video pilihan berikut ini:

#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video