Home Terbaru 35 Pasar Tradisional Terbakar Sepanjang 2021

35 Pasar Tradisional Terbakar Sepanjang 2021

Berita, Populer, Terbaru April 9, 2021 9:48 am
IDNpos.com – Sekjen DPP Ikatan Pedang market Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan mencatat, 35 market tradisional di Indonesia mengalami kebakaran sepanjang 2021.
Kebakaran yg terakhir tercatat yaitu market Lontar atau market kambing, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Hari Kamis (8/4).
“Ada 4.028 kios dan juga serta los yg terdampak berasal dari 35 kasus kebakaran dengan 3 orang meninggal dunia sampai April 2021,” kata Reynaldi Sarijowan di dalam keterangan tertulis, Hari Jumat (9/4).
Lanjut dia, berdasarkan data tersebut rata-rata 10 market di kebakaran setiap bulannya dengan menyebabkan 39 kios hangus.
Reynaldi menyatakan, peristiwa tersebut menjadi momok yg mengerikan untuk masyarakat yg menggantungkan hidupnya pada sektor perdagangan di market Tradisional.
Karena hal itu, Ia meminta supaya sejumlah pihak ikut serta di dalam pengawasan market tradisional.
“Masalah terbesar market tradisional yaitu kurangnya manajemen pengelolaan dan juga serta pengawasan berasal dari pemerintah yg masih jauh berasal dari kata layak,” jelas dia.
Sebelumnya, sebanyak 174 kios hangus Karena kebakaran di market Lontar, Jakarta Pusat pada, Hari Kamis sore (8/4). Pihak Pemadam Kebakaran sebelumnya menyebut, titik kebakaran dekat dengan market Kambing, Jalan Sabeni, Tanah Abang.
Humas Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta Mulat Wijayanto menerangkan, sumber api diduga berasal berasal dari korsleting listrik sebuah lapak perabotan di area market Lontar, Jakarta Pusat.
“Api diketahui dari warga telah membesar dan juga serta warga berusaha memadamkan, namun api tidak sukses dipadamkan dan juga serta menghubungi petugas Damkar,” kata Ia di dalam keterangan tertulis, Hari Kamis (8/4).
Mulat menyampaikan, api dengan cepat melumat sebagian bangunan yg berdiri di sekitar lokasi. Ia mencatat, sekitar 174 lapak yg berdiri di lahan 5.000 m² hangus Karena kebakaran.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com [rnd]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  IDI: Sudah banyak kelirunya, penggunaan GeNose harus dievaluasi
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video