Home Terbaru 10 Desa Terpencil di Kepulauan Riau Kini Telah Teraliri Listrik 24 Jam

10 Desa Terpencil di Kepulauan Riau Kini Telah Teraliri Listrik 24 Jam

Berita, Populer, Terbaru April 8, 2021 12:47 am
IDNpos.com – Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyelesaikan pembangunan jaringan listrik pada 10 desa terpencil di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Alhasil, sebanyak 1.883 Kepala Keluarga (KK) di daerah tersebut tak lagi ‘dihantui’ kegelapan.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menyampaikan, 10 desa-desa terpencil itu kini telah dapat menikmati listrik 24 jam. Ia menyebutkan, kehadiran PLN dapat menghemat biaya pengeluaran masyarakat.
Karena selama ini masyarakat di sana cuma menggunakan mesin genset. Biaya mesin genset dapat memakan uang Rp 300 ribu setiap bulan. Namun listrik berasal dari mesin itu cuma dapat dinikmati 5 jam. Kini warga cuma mengeluarkan Rp 150 ribu dengan listrik 24 jam.
“Kami meresmikan penyalaan 9 listrik Desa di Kabupaten Lingga yaitu Desa Mamut, Desa Laboh, Desa Tanjung Kelit, Desa Baran, Desa Pulau Duyung, Desa Pasir Panjang, Desa Suak Buaya, Desa Temiang, dan juga serta Desa Tanjung Lipat. Selain itu, serta terdapat 1 desa di Kabupaten Karimun yaitu Desa Tulang,” ungkap Ansar Ahmad, Hari Rabu (7/4).
Ansar didampingi General Manager PLN Unit Induk Wilayah Riau Kepulauan Riau (UIW RKR), Hartono di Desa Baran Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga di dalam peresmian listrik di desa teraebut.
Ansar menyampaikan, dengan terlistrikinya 10 desa tersebut, berdampak positif dengan meningkatnya Rasio Desa Berlistrik (RDB) Provinsi Kepulauan Riau. sampai April 2021, RDB Kepulauan Kepri telah mencapai 93,75 persen dan juga serta Rasio Elektrifikasi PLN sebesar 98,65 persen.
“Dengan hadirnya listrik di masyarakat sangat membantu peningkatan perekonomian di tengah pandemi, hal ini seiring dengan adanya listrik tingkat kesejahteraan pun akan meningkat,” jelas Ansar.
Karena sebelumnya, masyarakat di 10 desa tersebut masih menggunakan genset sebagaimana sumber listriknya dengan biaya operasional yg lebih tinggi.
“Kami sangat berterima kasih karena genset kami cuma hidup 5 jam dengan biaya per bulannya 300 ribu. Sedangkan dengan listrik PLN kami cuma membayar 150 ribu,” ungkap warga Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun, Roslan (43).
General Manager PLN UIWRKR, Hartono menjelaskan pembangunan jaringan listrik meliputi jaringan tegangan menengah sepanjang 28,5 kilometer sirkuit (kms).
Sedangkan jaringan tegangan rendah sepanjang 24,36 kms, 12 unit gardu distribusi dengan total daya sebesar 850 kilo Volt Ampere (kVA) dan juga serta 8 unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dengan total kapasitas terpasang sebesar 800 kilo Watt (kW).
“Total biaya seluruh investasi pengerjaan di 10 desa ini mencapai 42,2 miliar Indonesia IDR dan juga serta akan melayani sebanyak 1.883 pelanggan,” kata Hartono.
Hartono mengajak seluruh pelanggan PLN pascabayar supaya selalu disiplin dan juga serta taat di dalam membayar tagihan rekening listrik sebelum batas akhir pembayaran. Batas akhir tersebut yaitu pada tanggal 20 setiap bulannya.
“Jika bayar tepat waktu, maka terhindar berasal dari pemutusan aliran listrik. Apalagi pembayaran saat ini sangat mudah dilakukan dapat di mana saja. kami dapat menggunakan Software Aplikasi PLN Mobile, ATM, EComerce, Mobile Banking serta PPOB tersebar,” jelas Hartono.
Hartono menyebutkan, jika pelanggan atau masyarakat mengalami gangguan listrik, maka dapat melapor melalui saluran yg telah disediakan dari PLN. [cob]

Sumber Referensi & Artikel : M E R D E K A
Saksikan video pilihan berikut ini:

Baca Juga :  Antusiasme Kaum Difabel Ikut Ujian Praktek SIM
#Share
#Facebook #Twitter #Youtube #Video